Dipolisikan Ustaz Solmed, Panitia Pengajian Membalas : Dia Minta Transfer Uang Rokok Rp3,7 Juta

 

Mediadakwah.online - (Terkini.id) Jakarta – Ustaz Solmed tengah terlibat perseteruan dengan panitia pengajian yang mengundangnya. Solmed melaporkan panitia pengajian, Suwarna karena merasa ditipu. Hal itu lantaran Suwarna awal mengundang dirinya untuk mengisi pengajian di Pangalengan, Bandung, Jawa Barat. Namun saat tiba hari H, Solmed diberitahu jika lokasi berubah di Cisewu, Garut, Jawa Barat. Ustaz Solmed pun kesal karena merasa telah dibohongin oleh Suwarna.

Di sisi lain, Suwarna membalas bahwa ditagih Rp3,7 Juta oleh Ustad Solmed lantaran sebelum kejadian, dia diberi beberapa slot rokok herbal untuk dijual ke jemaah. Terkait laporan ke kepolisian, Solmed mengungkapkan bahwa Suwarna tidak cuma menipu dirinya. Menurut Solmed, Suwarna juga menipu ustaz lain.

“Wow.. itu tema berikutnya, rasanya nanti. Karena sudah ada grup korban penipuan dari inisial S, W, A. Tapi itu nanti,” kata Ustaz Solmed saat ditemui di kediamannya, kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu 6 Oktober 2021 dikutip dari detikcom. Ustaz Solmed menyebut, Suwarna diduga melakukan tindak penipuan itu berkali-kali. Nominalnya pun cukup fantastis, hingga puluhan juta. “Jadi setelah saya begini, tiba-tiba ada ‘wah saya ditipu Rp 100 juta, saya ditipu Rp 20 juta, saya ditipu Rp 11 juta’ sudah banyak,” ujar Ustaz Solmed.

Namun Ustaz Solmed belum mau membeberkannya terlalu jauh. Ia tidak mau ikut campur karena bukan masalahnya.

“Ada Ustaz A ‘saya juga ditipu Rp 12 juta’. Ada Habib lagi, Habis A ditipu Rp 70 juta. Nah itu tema berikutnya untuk saudara SWNA. Tapi itu nanti, biar selesai dulu urusan saya, itu berikutnya biar mereka nanti yang melaporkan resmi nanti ke Polda,” lanjut suami April Jasmine itu. Seperti diketahui, Suwarna adalah seorang broker.

Ia sering kali menjadi penyambung antara pembuat acara dengan pengisi acara. Dalam masalahnya dengan Suwarna, Ustaz Solmed merasa sangat dirugikan. Bukan hanya dibohongin, tapi juga difitnah oleh Suwarna. “Iya (sangat merusak imej saya), karena dia broker pasti bicaranya duit.

Ketika dia bicara duit ya jangan sampai kita dimanfaatkan. Makanya kenapa sampai keluar angka karena dia broker. Pak Suwarna ini broker, apa broker ini keren ya. Kalau orang Betawi bilang calo.

Nah makanya keluar lah angka,” tukas Ustaz Solmed. Diberitakan sebelumnya, Ustaz Solmed dituduh telah melanggar perjanjian ceramah secara sepihak. Ia tidak datang ke Kampung Cisamak, Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk mengisi pengajian. Padahal kata Suwarna, Ustaz Solmed sudah menerima pembayaran sebesar Rp 8 juta.

 Suwarna pun menilai jika Ustaz Solmed tidak menghargai sebuah pengajian. Hal itu sering kali diutarakannya di media sosial maupun media massa. Tak tinggal diam, Ustaz Solmed akhirnya mengambil langkah hukum. Ia melaporkan Suwarna dan juga Tisna, ketua panitia acara pengajian di Cisewu atas tuduhan pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Tisna disebut Solmed juga turut serta melakukan penghinaan itu. Laporan polisi Ustaz solmed masuk ke Polda Jawa Barat. Yaitu pada hari Selasa, 5 Oktober 2021.

Suwarna Buka Suara

Usai dipolisikan, Suwarna akhirnya buka suara. Ia menceritakan awal mula perseteruannya dengan Ustaz Solmed. “Awal mulanya beliau menjemput dari jam 4 sore, terus Ustaz Solmed bilang, ‘Udah duluan saja, dekat ini kok.’ Dan mohon maaf kami tidak ada perdebatan, seperti disampaikan Ustaz Solmed katanya ada perdebatan waktu mau jalan, sama sekali tidak ada,” kata Suwarna saat ditemui di Kawasan Kebon Siri, Jakarta Pusat, Selasa 5 Oktober 2021. “Di situ hanya bilang, ‘Hanya 1,5 jam, saya istirahat dulu abis itu ke hotel beres-beres dulu, abis itu Magrib saya berangkat,” lanjutnya.

Setelah itu, Suwarna langsung menyerahkan sisa pembayarannya kepada supir Ustaz Solmed. Hal itu dilakukannya sesuai dengan perintah suami April Jasmine itu. “Di situlah saya menyerahkan uang sebesar Rp 6 juta, di awalnya DP Rp 2 juta, buktinya ada.

Rp 2 juta saya DP untuk mengunci jadwal beliau, Rp 6 juta pelunasan disaksikan oleh Pak Ketua. Dan uang itu saya serahkan ke Remo, supirnya Ustaz Solmed karena itu diperintahkan oleh Ustaz Solmed uangnya diserahkan ke Remo,” beber Suwarna. “Sehabis itu saya berangkat duluan dengan penjemput, karena beliau memutus kami untuk duluan,” sambungnya. Sekitar pukul 20.00 WIB, Ustaz Solmed tiba-tiba saja membatalkan kunjungannya ke Kampung Cisamak, Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Suwarna pun kaget saat mengetahui hal tersebut.

“Nah tiba-tiba jam 8 (malam) tepat beliau mengabarkan bahwa beliau sudah akan pulang ke Jakarta. Dan dari situ kami sudah mulai panik, warga sudah mulai mengepung, warga sudah mulai guncang dan di situ lah kami langsung diamankan di Polsek didampingi oleh Pak Lurah, ada Pak RW juga, saya di situ Alhamdulillah diamankan lah dari amukan warga,” imbuh Suwarna. Mengenai dagangan rokok Ustaz Solmed, Suwarna mengaku tidak bisa bertanggung jawab mengenai hal tersebut.

Sebab, 25 slop SIN Herbal langsung dirampas oleh warga dan dibagi-bagikan imbas kekecewaan mereka atas ketidakhadiran Ustaz Solmed di pengajian itu. “Ada pun permasalahan lainnya seperti uang rokok, itu beliau sebenarnya menitipkan ‘Tolong bantu bro, saya punya rokok, bantu jualin dah ke warga’. Jadi karena kekesalan warga akhirnya rokok itu dibagikan atau dilempar,” papar Suwarna.

Nah saat ditahan di Kantor Polsek, Suwarna pun sempat meminta tolong kepada Ustaz Solmed agar memberikan penjelasan kepada warga. “Kenapa pada saat saya ditahan, saya konfirmasi ‘Ustaz, tolong saya. Saya lagi ditahan’ beliau apa jawabnya? Beliau hanya menjawab ‘uang rokok bro tolong transferin sebesar Rp 3,7 juta’. Wong saya lagi terancam kok minta uang rokok gitu, bagaimana,” tutur Suwarna. “Saya hanya butuh rekaman ‘mohon maaf saya tidak bisa ke Cisewu dikarenakan bla bla bla’.

Masyarakat sudah cukup, seperti itu. Mereka hanya minta klarifikasi saja, tidak ada tuntutan apapun,” aku beliau. Sampai akhirnya warga menuntut Suwarna untuk ganti rugi. Ia pun akhirnya mengeluarkan biaya sebesar Rp 12 juta sebagai bentuk tanggung jawab karena acara pengajian batal terlaksana. “Warga paniknya sudah menuntut saya sebagai pihak penyambung akhirnya saya mengeluarkan uang Rp 12 juta ke pak RW, ganti rugi yang telah dikeluarkan panitia.

Saya sudah kembalikan, buktinya sudah ada surat penyelesaiannya saya sudah siapkan dengan warga,” tutup Suwarna. “Jadi seperti itu kronologinya, jadi yang jelas kami tidak ada tuntutan hukum sebenarnya dari awal. Tapi ketika hari H kenapa beliau tidak menjawab?

Tapi setelah dua hari beliau baru koar-koar,” tukasnya. Laporan polisi Ustaz Solmed masuk ke Polda Jawa Barat. Ia membuat laporan atas pasal pencemaran nama baik dan fitnah melalui media elektronik Suwarna Sempat Berbohong ke Warga

Suwarna juga mengaku sempat berbohong saat Ustaz Solmed batal hadir.

Saat itu, Suwarna sempat menjadi bulan-bulanan warga. Ia diancam ingin dibunuh oleh mereka yang kecewa dengan Suwarna lantaran Ustaz Solmed tak kunjung datang “Jadi situasinya itu saya satu panik, kedua saya terancam, yang ketiga saya sudah tidak ada alasan apa nih. Karena memang ada 3 bohong yang dibolehkan.

Satu bohong ketika istri masak, kemudian rasanya asin. Dia harus berbohong untuk menghormati istrinya. Kedua bohong ketika mendamaikan seseorang, ini kan lagi bertengkar dan posisi lagi menengahi itu bohong dibolehkan. Ketiga bohong ketika menyelamatkan nyawa seseorang,” beber Suwarna saat ditemui di Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Untuk menyelamatkan nyawanya, Suwarna akhirnya terpaksa berbohong. Ia menyebut jika Ustaz Solmed tidak jadi datang karena terpapar COVID-19. “Nah saya teringat hadits tersebut. Menyelamatkan nyawa seseorang saya sudah diperbolehkan apalagi untuk menyelamatkan nyawa saya sendiri. Yang posisinya pada saat itu saya terancam, saya bingung harus ngomong apa.

Saya pokoknya sudah nggak karuan. Bahkan panitianya sudah menggoyang-goyangkan panggung waktu itu ya ‘turun kamu mau saya bunuh. Pokoknya kamu pulang tinggal nama’ ancamannya gitu,” ungkap Suwarna. “Sehingga saya khilaf pak Ustaz Solmed pulang lagi beliau positif Covid. Memang betul saya akui,” lanjutnya. Tak hanya itu, Suwarna juga sempat dibawa ke kantor polisi oleh warga. Ia dianggap telah menipu. [terkini]

Iklan Bawah Artikel