Kisah Aditya Prayoga Pendiri Rumah Makan Gratis Ciangsana, Awalnya Karena Bertemu Nenek Pemulung yang Kakinya Bolong dan Sulit Cari Makan

 

Mediadakwah.online  - (Grid.id) - Rumah Makan Gratis Ciangsana diprakarsai oleh seorang pria bernama Aditya Prayoga.

Aditya Prayoga membangun Rumah Makan Gratis Ciangsana di Kecamatan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

Setelah membuka Rumah Makan Gratis Ciangsana, Aditya Prayoga mengaku hidupnya kini lebih dimudahkan.

Rumah Makan Gratis Ciangsana telah menjadi sarana untuk berbagi berkah bagi banyak orang.

Pendirinya adalah seorang pria bernama Aditya Prayoga.

Rumah makan tersebut terletak di Jalan Raya Ciangsana No. 01 Depan Ruko Orange, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Ternyata Adit membangun rumah makan gratis tersebut berdasarkan pengalaman pilu yang pernah dialaminya.

Melansir dari tayangan Hitam Putih, Rabu (19/12/2018), Adit menceritakan pengalamannya tersebut.

"Saya salat subuh di masjid.

"Selesai salat subuh saya itu kan kajian, pengajian, saya nggak ikut pengajian, nah saya langsung pulang aja.

"Begitu saya jalan kaki dari masjid, waktu itu saya jalan kaki karena nggak ada motor.

"Saya ketemu sama seorang nenek-nenek yang usianya sudah tua sudah 92 tahun trus dia sakit jalannya pincang-pincang.

"Nah saya tegur, 'Nek, nenek kok jalannya pincang-pincang?' apa pura-pura pincang atau gimana gitu kan.

"Nah dijawab sama nenek itu, 'Iya jang kaki saya sakit.'

"Boleh saya lihat nek kakinya sakit kenapa?

"Begitu saya lihat, gelap. Kan waktu itu habis salat subuh jam 5 subuh.

"Saya ambil hp saya senter, Masyaallah, ini kaki nenek ini bolong.

"Saya lihat ada ulat kecil-kecil gitu.

"Trus saya bantu nenek itu, saya ada duit 20 ribu waktu itu.

"Akhirnya saya stop-in lah tukang ojek.

"Katanya, 'Mas ini harus pake aplikasi'

"Minta tolong pak ini orangnya sakit, kalau bisa dua lah ojek.

"Saya bilang deket sini rumahnya.

"Akhirnya saya anter pulang lah nenek itu, saya ikut ojek juga.

"Begitu sampe ke rumah nenek itu ada ibu-ibu lagi jemur pakaian, saya tanya.

"Bu mau nanya bu, ini saya tadi ketemu nenek-nenek di masjid jalannya pincang-pincang usianya udah tua bawa karung cari rongsok.

"Saya tanya itu kenapa dalam keadaan sakit cari rongsok?

"Dijawab sama ibu yang jemur pakaian, 'Itu nenek hidupnya sebatang kara, nggak punya suami dan nggak punya anak. Kalo misalkan nggak cari rongsok dia nggak bisa makan. Jadi walaupun dia dalam keadaan sakit itu masih mending mas, dia masih sehat itu cuma kakinya aja yang bolong.'

"Biasa kalo dia demam-demam gitu masih aja cari rongsok," ungkap Adit.

Kemudian Deddy Corbuzier penasaran darimana Adit mendapatkan modal untuk menjalankan rumah makan gratis tersebut hingga kini.

Adit bercerita bahwa dirinya memiliki usaha yaitu berjualan sabun.

Selain itu ia juga membantu adiknya yang berjualan pakaian.

Sebelum menjalankan rumah makan gratis, Adit mengaku pendapatannya sangat sedikit.

Bahkan ia juga pernah sama sekali tak memiliki uang untuk membayar kontrakan.

Dari sisi kesehatan, Adit mengaku dulu dirinya sering sakit-sakitan.

Setelah membangun rumah makan gratis ini dirinya mengaku diberi semakin diberi kesehatan oleh yang Kuasa.

Usahanya untuk membangun rumah makan gratis ini tentunya tak mudah.

Keinginan Adit ini sempat ditentang oleh sang istri.

Istrinya takut kalau Adit tak bisa konsisten untuk menjalankan hal tersebut.

Namun, dengan segala keyakinan yang ada Adit tetap menjalankan keinginannya yang mulia itu.

Saat pertama kali membuka rumah makan gratis, Adit hanya mampu menyediakan 50 porsi.

Kini dirinya bisa menyediakan hingga ratusan porsi makanan gratis.

Kendala lain yang dialami oleh Adit adalah masalah tempat.

Rumah makan gratis milik Adit pertama kali dibangun di sebuah kompleks perumahan tempat Adit tinggal.

Para pemulung banyak yang mengunjungi rumah makan gratis tersebut.

Namun, baru berjalan selama beberapa saat, Adit difitnah oleh tetangganya.

Ia dikira telah membawa pemulung yang diduga mencuri sepeda tetangganya tersebut.

Karena kejadian itu, Adit kemudian memutuskan untuk pindah tempat.

Ditempat rumah makan gratisnya yang sekarang, ternyata juga sudah dibongkar karena masa peminjamannya telah habis.

Namun, Adit kemudian mendapatkan pinjaman tempat dari Kepala BPD di tempat ia tinggal sekarang.

Adit diberi pinjaman tempat tersebut selama 5 tahun secara gratis.

Hingga kini, Rumah Makan Gratis Ciangsana milik Adit sudah berjalan selama 2 tahun.[sumber]

Iklan Bawah Artikel