Dosa-dosa Istri yang Ditanggung Suami Menurut Ustadz Abdul Somad, Laki-laki Punya 5 Tanggung Jawab Ini

 

Mediadakwah.online - (Portaljember) – Dalam sebuah kesempatan Ustadz Abdul Somad (UAS) mendapatkan pertanyaan terkait dosa istri yang ditanggung suami.

“Ustadz, apa benar ditanggung suaminya?,” pertanyaan seseorang tersebut.

Menjawab pertanyaan tersebut, Ustadz Abdul Somad membacakan sebuah ayat di dalam Al-Quran.

“Orang tak memikul dosa orang lain,” kata UAS, dilansir PORTAL JEMBER dari YouTube Zech Channel yang diunggah 9 Juli 2019.

UAS mengatakan tidak ada dosa apapun yang bisa diwakilkan oleh siapapun, termasuk suami atau kerabat lainnya.

Akan tetapi, Ustadz Abdul Somad mengungkapkan ada kesalahan yang berujung pada dosanya ikut mengalir kepada suami.

Dia mencontohkan, ada seorang suami mempunyai anak dan kewajibannya adalah mendidik dengan cara menyekolahkannya dan sebagainya.

Akan tetapi suami tersebut tidak menunaikan kewajibannya sebagai seorang ayah sehingga sang anak tidak terdidik akhlaknya.

“Habis itu mati kita (suami) maka mengalir dosanya ke kita gara-gara tidak menunaikan kewajiban kita pada dia (anak),” ungkapnya.

Lebih lanjut, ketika seorang ayah sudah menunaikan kewajibannya tapi anak tersebut masih berbuat dosa, maka itu ditanggung masing-masing.

Hal itu juga berkaitan dengan istri. Meski istri adalah orang lain akan tetapi dia sudah diakad, maka setelah itu wanita tersebut menjadi tanggungjawab suaminya.

“Makanya sejak itu kau pemuda, sebelumnya sholatmu saja yang kau pentingkan, maka setelah menikah kau punya tanggunjawab kepada istrimu,” ujarnya.

Mengaskan hal tersebut, Ustadz Abdul Somad membacakan sebuah hadist, “Setiap kamu adalah pemimpin, kau akan ditanya tentang segala yang dilakukan oleh orang di bawah kuasamu.”

“Tentang kenapa roknya pendek, kenapa tak menutup aurat dan sebagainya,” jelasnya.

Oleh sebab itu kenapa laki-laki mendapatkan lebih banyak warisan, karena dia menanggung mahar dan sebagainya, serta suami akan bertanggungjawab dua kali lipat.

 “Itulah maka laki-laki diberikan warisan banyak, supaya dia berwibawa, supaya dia dihormati,” kata UAS.

Ustadz Abdul Somad kemudian memaparkan lima tanggung jawab laki-laki, yakni memberi makan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan perhatian.

Jadi apabila semua tanggungjawab laki-laki sudah dipenuhi dan istri masih berbuat dosa, maka itu tanggungjawabnya masing-masing.

Namun sebaliknya, apabila tidak dididik istrinya, ketika dia berbuat dosa maka suaminya juga akan mendapat bagian dosa karena salahnya tidak menunaikan kewajibannya.[portaljember]

Iklan Bawah Artikel