5 Makna Tahun Baru Islam, Momen yang Dimuliakan Setiap Muslim

 

Mediadakwah.online - (okezone.com) Makna Tahun Baru Islam sangat penting diketahui setiap Muslim. Adapun Tahun Baru Islam 1443 Hijriah bertepatan dengan 10 Agustus 2021 Masehi. Layaknya tahun baru masehi, pergantian tahun baru hijriah juga merupakan momen yang ditunggu oleh umat Islam.

Tahun Baru Islam memiliki makna tersendiri bagi setiap Muslim. Oleh karena itu, momen ini sangat dimuliakan. Sebagaimana dikutip dari laman NU Online, Rabu (4/8/2021), berikut makna Tahun Baru Islam bagi kaum Muslimin.

1. Tak ada pesta dalam perayaannya

Umat Islam memperingati datangnya tahun baru hijriah berbeda dengan tahun baru masehi. Tahun baru masehi biasanya dirayakan dengan hura-hura dan berpesta. Sedangkan tahun baru hijriah diperingati dengan memanjatkan doa.

2. Hijrahnya Nabi Muhammad

Tanggal 1 Muharram juga diperingati sebagai pengingat peristiwa penting saat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam hijrah dari Kota Makkah ke Madinah yang kemudian melahirkan agama Islam.

Setelah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam hijrah, Islam mengalami perkembangan pesat dan makin menyebar hingga ke Makkah serta wilayah sekitarnya.

3. Anjuran puasa Muharam

Rasulullah Shallallahu ’alaihi wassallam mendorong umatnya melakukan puasa pada bulan Muharam. Hal ini sebagaimana sabda beliau:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

Artinya: "Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara sholat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR Muslim Nomor 1163, dari Abu Hurairah)

Imam Nawawi –rahimahullah– menjelaskan, "Hadis ini merupakan penegasan bahwa sebaik-baik bulan untuk berpuasa adalah pada bulan Muharam." (Syarh Shahih Muslim, 8: 55)

4. Bentuk perjuangan nabi dan para sahabat

Tahun baru Islam juga dimaknai sebagai semangat perjuangan yang tak kenal lelah dan putus asa dalam menyebarkan agama Islam oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam dan para sahabat.

Meskipun banyak tantangan dan rintangan, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam dan sahabat tidak pernah menyerah atau pesimis. Bahkan, beliau hijrah ke Madinah meninggalkan tempat kelahirannya, saudara, dan harta benda hanya agar bisa memenuhi perintah serta wahyu yang diberikan Allah Subhanahu wa ta'ala.

5. Menjadi ajang introspeksi diri

Tahun Baru Islam menjadi ajang atau momen untuk melakukan instospeksi diri dan meminta ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Seiring waktu yang terus berjalan dan berlalu, adanya Tahun Baru Islam diharapkan kaum Muslimin lebih mawas diri. Sekaligus memikirkan apa yang harus diperbaiki dan amalan apa yang harus ditingkatkan pada tahun mendatang.[okezone]

Iklan Bawah Artikel