Ustadz Abdul Somad Beberkan Pentingnya Membahagiakan Orangtua

 

Mediadakwah.online - (okezone.com) USTADZ Abdul Somad (UAS) mengungkapkan bahwa membahagiakan orangtua merupakan kewajiban setiap anak. Orangtua telah memberi seorang anak kehidupan dengan segenap cinta kasihnya. Namun sayangnya, banyak anak yang setelah dewasa tidak sadar akan pengorbanan orangtua yang membesarkannya hingga saat ini.

Oleh karena itu, Ustadz Abdul Somad pun membeberkan pentingnya membahagiakan orangtua. Sebab jika orangtua sudah tiada, uang yang banyak pun serasa tidak berguna.

"Ada sesuatu yang tidak bisa kita bayar dengan uang. Yang bisa merasakan ini adalah orang yang orangtuanya sudah meninggal," tutur Ustadz Abdul Somad, seperti dikutip dari unggahan akun Instagram @supirustadz, Jumat (30/7/2021).

UAS mengatakan, setelah orangtua tidak ada, barulah dunia ini terasa hampa. Tak ada lagi yang bisa diceritakan kepada orangtua ketika kita mendapatkan prestasi. Karena itu, harta sebanyak apa pun tidak akan bisa membeli momen tersebut.

"Setelah dia tidak ada, barulah kau cari mana kain yang pernah dia pakai dulu, mana sajadah yang dulu dia pakai waktu sholat, di mana dulu dia sering duduk, bekas tempat duduknya saja pun bisa menghilangkan rindu," beber Ustadz Abdul Somad.

Maka itu, UAS pun berpesan agar anak-anak bisa membahagiakan orangtuanya selagi mereka masih hidup. Pasalnya, kesempatan tersebut tidak akan bisa didapat selamanya. Ada masanya bahwa setiap manusia akan meninggalkan dunia ini.

"Kalau ada uang kirimlah. Karena sampai masanya nanti, uang itu tidak ada gunanya. Hampa. Makanya selagi orangtua masih ada, Idul Fitri usahakan pulang, kalau tidak ada uang nabung," tuturnya.

"Belikanlah dia handphone untuk berkomunikasi dengan orangtua. Sampai masanya nanti, handphone-nya berbunyi enggak ada yang angkat," sambungnya.

Terakhir, UAS juga menerangkan bahwa keberkahan hidup seseorang bergantung pada suasana hati orangtuanya. Ketika hati orangtua lapang terhadap anaknya, maka lapanglah rezeki anak tersebut. Sebaliknya, jika orangtua kecewa, maka di situlah mulainya azab Allah Subhanahu wa ta'ala.

"Ketika hatinya senang, senang hidupmu. Tapi kalau hatinya sempit, meleleh air matanya karena rindu karena tak pernah kau tengok, di situlah awal azab Allah datang. Kau akan berenang dalam kesengsaraan. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa ta'ala mengampuni kita semua," pungkasnya.[okezone]

Iklan Bawah Artikel