Terharu, Bocah Yatim Piatu Diantar Anggota Polantas Bireuen Menuju Pesantren

 

Mediadakwah.online - (Merdeka.com) - Beredar video seorang bocah yatim-piatu menangis sesenggukan. Ia diantar sejumlah anggota Polantas Bireuen untuk mengenyam pendidikan di pondok pesantren.

Sebelumnya, anak tersebut ditemukan terlantar di kawasan Simpang Arjun, Bireuen, Aceh. Yang kemudian diselamatkan oleh Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Bireuen.

Bocah laki-laki bernama Hendri Ramadhan itu baru berusia 10 tahun. Namun kegigihannya patut disanjung. Ia sengaja merantau dari Kota Takengon, Aceh Tengah untuk menimba ilmu. Dengan menumpang minibus.

Momen perpisahannya dengan para aparat kepolisian pun lantas viral di media sosial. Berikut ulasan dan videonya.

Anak Terlantar Merantau Sendirian

Hendri Ramadhan (10) pertama kali berjumpa dengan sejumlah anggota Sat Lantas Polres Bireuen di Simpang Arjun.

Hendri merupakan anak yatim-piatu yang memberanikan diri untuk merantau dari kota asalnya di Takengon. Perjalanan panjang, lebih dari dua jam dilaluinya dengan menumpang minibus L300.

Anggota yang bertugas kala itu segera menghubungi pos. Mereka pun menampung Hendri dan membantunya.

"Kami dari Sat Lantas Polres Bireuen, pagi menjelang siang berjumpa dengan adik Hendri Ramadhan ini di kawasan Simpang Arjun. Beliau langsung menghubungi pos bahwasanya ngomong sama kami, 'pak tolong antar saya ke Pesantren Abiya Jeunieb'. Adik ini aslinya Takengon, ia (Hendri) mengatakan berangkat sendiri ke sini dengan menumpang minibus," kata Rahmat anggota Polisi Sat Lantas Polres Bireuen, seperti dikutip dari laman Instagram akun @infokomando.

Wujudukan Keinginan Hendri

Tangis haru momen perpisahan dengan Hendri. Kala dirinya diantar ke Pesantren Abiya Jeunieb, sesuai harapan Hendri selama ini.

Bocah tersebut menangis sesenggukan, jatuh di pelukan Rahmat. Bahkan semakin tak terbendung saat Hendri dimotivasi. Begitu pula Rahmat yang tampak berurai air mata.

"Sudah ya (nangisnya). Kamu semangat di sini ya. Nanti kembali bertugas ya, banyak teman di sini. Kamu harus jadi anak yang sholeh, berangkat salat ya," ujar Rahmat dengan nada menahan haru.

Anak Yatim-Piatu Hidup Nomaden

Menurut pengakuan Hendri kepada polisi, orangtua kandungnya telah meninggal sejak empat tahun silam.

Selama ini, ia lantas hidup sebatang kara di Takengon. Terkadang Hendri tidur di pasar, terminal, pom bensin bahkan berpindah ke masjid di sekitar sana.

Bahkan Rahmat berharap bila ada kerabat dari Hendri, mau bertandang menjenguk di pesantren.

"Pengakuannya kedua orang tuanya, kedua-duanya sudah meninggal 4 tahun lalu. Dia tinggal di pasar, terminal, SPBU dan di masjid-masjid. Kalau memang ada keluarganya di Takengon yang melihat video ini, kami mohon untuk menghubungi atau menjenguk. Kami sangat memohon kepada keluarga untuk menjenguk adik ini," sambung Rahmat.

Banjir Pujian dan Doa

Tak ayal video yang diunggah di laman Instagram @infokomando langsung ramai dikomentari. Banyak warganet yang ikut terharu dan membanjiri dengan doa bagi Hendri, serta termasuk para aparat.

"Segitu kecilnya sadar pendidikan agamanya itu penting, dia memaksakan diri meski harus meminta di antarkan! Aih doa apa almrhum orangtuanya punya anak begitu pintarnya, sukses milik mu, terimakasih satlantas bireun," tulis @boniemanise.

"Diberkatilah Bapak-bapak Polisi yang mengantar adik ini dan semoga Tuhan memberikan jalan pertemuan dengan keluarganya (Amin)," tulis @rashidadray.

"Bismillah...jadi orang sukses & taat

"Anj*r netes eluh neng pipi.. Mbrebes mili aku.. Mak tratap 😭😭😭," tulis @andykurn_ak.

"Terimakasih Komandan sdh menguatkan adek ini 😢😢😢😢😢," tulis @soeratman82.

"Semoga kelak ade ini menjadi anak sholeh yang bisa membawa kedua orang tuanya ke surga," tulis @munira8663.

"Walopun aku tattoan ndelok video iki langsung mimbak mimbik..sumpah..," tulis @hotwheelsdiningrat.

Iklan Bawah Artikel