Ngeri, Burung Terbang Dekat Gerbang Neraka Ini Langsung Mati

 

Mediadakwah.online - (sindonews.com) ANKARA - Para ilmuwan mengungkap misteri di balik gua mematikan yang diyakini orang Romawi kuno sebagai pintu gerbang ke neraka. Gua yang berada di kota Hierapolis, Turki itu hingga kini masih membuat binatang apa saja yang melintasinya langsung mati.

Berdasarkan catatan sejarah, gua yang berusia sekitar 2.200 tahun itu dulunya digunakan para pemuka agama untuk melakukan persembahan kepada dewa.

Penemuan gua itu terjadi ketika peneliti melihat burung-burung yang terbang di dekat pintu masuk dengan cepat langsung mati.

Berdasarkan studi yang dilakukan 2018 lalu, peneliti berhasil mengetahui kenapa hewan yang melintas dekat gerbang neraka itu langsung mati.

Dalam makalahnya, tim dari Universitas Duisburg-Essen di Jerman memastikan sifat beracun situs tersebut karena aktivitas gunung berapi bawah tanah.

Gerbang neraka yang dulunya dinamai Plutonium, atau Pluto itu ternyata dibangun di atas celah dalam gunung berapi. Celah itu melepaskan sejumlah besar CO2. Tim peneliti mengukur jumlah gas berbahaya yang merembes keluar dari gua dari waktu ke waktu.

“Di sebuah gua di bawah kuil Pluto, CO2 ditemukan dalam konsentrasi mematikan hingga 91 persen,” tulis para ilmuwan dalam jurnal Archaeological and Anthropological Sciences, seperti dikutip News.com Australia, Selasa (6/7/2021).

Peneliti takjub karena hingga kini uap yang dipancarkan dapat membunuh serangga, burung, dan mamalia.

Keberadaan situs ini pertama kali dijelaskan oleh sejarawan Yunani Strabo dan Plinius sebagai pintu gerbang ke dunia bawah.

“Ruang ini penuh dengan uap yang begitu berkabut dan padat sehingga orang hampir tidak bisa melihat tanah,” tulis Strabo (64 SM – 24 M) dalam satu teks.

“Setiap hewan yang lewat di dalam akan menemui kematian instan. Saya melemparkan burung pipit dan mereka segera mengembuskan napas terakhir dan jatuh.” [sindonews]

Iklan Bawah Artikel