Muslimah Indonesia Ini Jadi Sopir Bus Sekolah di Amerika, Selalu Dipuji Berkat Jilbabnya

 

Mediadakwah.online - (okezone.com) Seorang muslimah Indonesia bernama Yohana Djuanda memutuskan menjadi sopir bus sekolah di Loudoun County Public School, Leesburg, Virginia, Amerika Serikat. Profesinya ini menarik perhatian, lantaran dia menjadi satu-satunya sopir bus berhijab di sana.

Yohana Djuanda menceritakan bagaimana ia akhirnya memutuskan menjadi sopir bus sekolah. Dirinya sudah menjalani pekerjaan ini lebih dari 6 tahun.

Lantaran Yohana sangat menyukai anak-anak, alasan inilah yang akhirnya membawa dirinya menjadi seorang sopir bus sekolah.

"Milih profesi ini sebenarnya saya senang semua pekerjaan yang ada hubungannya sama anak-anak. Mungkin itu juga kenapa saya punya banyak anak," ujar Yohana, dikutip dari laman VOA Indonesia, Kamis (21/7/2021).

Pada hari pertama bekerja, Yohana sempat syok karena bus yang akan dibawanya memiliki tombol sangat banyak, fungsinya pun berbeda-beda.

"Lihat tombolnya sebelah kanan tuh banyak banget, puluhan tombol. Mana yang mesti dipencet," katanya.

Yohana melanjutkan, dirinya bukan hanya menjadi seorang sopir bus, tapi juga bertanggung jawab melihat dan memerhatikan anak-anak yang sedang naik busnya.

Menjadi seorang muslimah di negara minoritas umat Islam memang penuh perjuangan. Apalagi dirinya memakai jilbab, tidak sedikit anak-anak kecil yang naik busnya bertanya tentang jilabnya.

Bukan hanya bertanya mengapa Yohana berjilbab, tapi juga memujinya karena di depan anak-anak terlihat cantik dengan balutan hijab.

"Biasanya anak yang masih kecil-kecil yang bertanya," katanya.

Bahkan saat sedang membawa bus, anak-anak tersebut selalu mengingatkan Yohana untuk sholat. Hal ini membuat Yohana senang, karena sejauh ini belum ada anak-anak yang mengusik keyakinannya.

Sementara itu suami Yohana, Daniel Krik, mengatakan istrinya selalu pergi bekerja pagi-pagi, sehingga ia dan anak-anaknya jarang sarapan bersama.

"Istri saya pergi kerja cukup pagi. Biasanya kami bangun dan sholat bersama. Kemudian ia berangkat kerja sekira jam 06.15," terangnya.

Namun, Daniel tidak merasa keberatan dengan profesi istrinya itu. Seluruh keluarganya mendukung Yohana bekerja sebagai sopir bus sekolah.

Iklan Bawah Artikel