Kumpulan Hadits dan Hukum Datang ke Peramal dan Mempercayainya

 

Mediadakwah.online - (Sahijab) – Tidak sedikit masyarakat kita yang masih datang ke peramal dan mempercayai yang mereka ucapkan, termasuk mereka yang beragama islam. Lalu apa hukum percaya kepada ramalan, seorang peramal, bahkan termasuk kematian yang akan mereka alami seperti yang saat ini ramai yaitu peramal Mbak You meninggal.

Kumpulan hadits di bawah ini mungkin akan membuka hati Anda, seperti apa bahayanya datang dan percaya apapun yang diucapkan peramal. Termasuk ramalan bintang atau zodiak, yang sering kali wara-wiri di timeline Anda.

Kumpulan hadits dan hukum percaya kepada peramal

Tidak sedikit hadits shahih yang membahas soal ramalan, termasuk percaya kepada peramal, dukun maupun paranormal apapun sebutannya. Berikut Sahijab kutip dari Islamqa, yang bisa menjadi pembuka hati Anda untuk stop mempercayai mereka.

1. Hadits dari Shafiyyah bin Abi Ubaid, dari salah seorang isteri Nabi diriwayatkan bahwa beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Barangsiapa yang mendatangi peramal, menanyakan kepadanya sesuatu, lalu mempercayainya, shalatnya tidak akan diterima empat puluh hari lamanya."

2. Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya. Dari Qubaishah bin Al-Mukhariq juga diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Iyafah, Ath-Thair dan Az-Zajr." Diriwayatkan oleh Abu dawud dengan sanad yang hasan.

Abu Dawud memberikan penjelasan: "Az-Zajr yakni menarik burung. Yakni meramal kesialan atau keberuntungan dengan terbangnya burung itu. Bila ia terbang ke sebelah kanan, ia akan merasa optimis akan beruntung. Tapi kalau terbang ke kiri, berarti alamat sial."

Al-Jauhari juga menjelaskan: "Iyafah, Khatt dan Thorq adalah kata-kata yang diperuntukkan kepada berhala, peramal dan tukang sihir atau yang semacam itu."

3. Hadits dari Ibnu Abbas Radhiallahu 'anhuma, diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Barangsiapa yang mengambil ramalan dari bintang berarti ia telah mempelajari bagian dari ilmu shihir, semakin banyak ia mempelajarinya semakin dalam ilmu sihirnya." Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang shahih.

4. Hadits dari Muawiyyah bin Al-Hakam Radhiallahu 'anhu, diriwayatkan bahwa ia pernah berkata kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:

"Wahai Rasulullah, saya ini orang yang baru masuk Islam. Allah telah mengaruniaku ajaran Islam ini. Di antara kami ada kalangan lelaki yang sering mendatangi para peramal. Di antara kami juga ada orang-orang yang suka meramal dengan cara terbang seekor burung." Beliau berkata:"Jangan datangi mereka." Aku berkata: "Itu hanya perasaan yang ada dalam hati mereka." Beliau bersabda: "Jangan percayai mereka." (HR. Muslim)

5. Hadits dari Abu Mas'ud Al-Badri Radhiallahu 'anhu, diriwayatkan bahwa Rasululah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengharamkan mengambil bayaran penjualan anjing, upah pelacur dan bayaran tukang ramal.." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

6. Hadits dari Aisyah Radhiallahu 'anha, diriwayatkan bahwa sebagian kaum muslimin bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang para peramal. Beliau berkomentar: "Mereka itu tidak ada apa-apanya." Mereka berkata: "Wahai Rasulullah, terkadang mereka membicarakan suatu hal, ternyata hal itu betul-betul terjadi." Beliau berkata: "Itu adalah kata-kata yang dicuri jin dari (berita langit), lalu dibisikkan ke telinga walinya (para dukun), lalu para peramal itu mencampurkannya dengan seratus kebohongan.." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

7. Hadits dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Barangsiapa yang mendatangi dukun dan mempercayai ucapannya, atau menyetubuhi wanita di bagian duburnya, berarti telah kafir dengan wahyu yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam." (HR. Abu Dawud)

Dari kumpulan hadits di atas menegaskan bahwa, haram hukumnya bagi kaum muslim untuk mendatangi peramal dan mempercayainya. Bahkan memberikan uang kepada peranormal, peramal dan dukun pun diharamkan. Namun jika sudah terlanjut, diwajibkan untuk segera bertaubat dan memohon perlindungan Allah Azza wa Jalla dari godaan setan yang terkutuk. [sahijab]

Wallahu A'lam.

Iklan Bawah Artikel