Kisah Perjuangan Pedagang Lotek Antar Sang Anak Lulus Kedokteran UGM

 

Mediadakwah.online - (detik.com) Pedagang lotek bernama Eni Walidah merasa bahagia saat mengetahui anaknya, Fadila Putri Fatihah berhasil lolos masuk Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM). Sang Anak berhasil lolos melalui jalur UTBK SBMPTN 2021.

Di balik semua keberhasilan yang didapatkan sang Putri, Eni berjuang agar anaknya yang akrab disapa Puput dapat melanjutkan pendidikan. Bahkan, semua kesempatan yang bisa dilakukan ia ambil untuk menyekolahkan Puput.

"Jualan apa saja saya jalani, seperti menerima pesanan kue, titip makanan ke warung-warung, atau jualan lotek," ungkap dia kepada detikEdu ditulis Senin (5/7/2021).

Walaupun, kata Eni, penghasilan yang didapat tidak seberapa, Puput tak pernah merasa malu atau minder. Bahkan, Puput bangga atas perjuangan sang Ibu.

"Alhamdulillah walaupun pas pasan, anak nggak merasa minder, malah bangga dan sering membantu apa yang dikerjakan ibunya," sambung dia.

Lebih lanjut, wanita yang membuka warung lotek di Jalan Srandakan, Bantul atau sebelah Barat BRI Pandak ini menjelaskan bahwa ia selalu menanamkan rasa tanggung jawab kepada Puput. Hal itu juga ditekankannya saat Puput memilih jurusan Kedokteran UGM di SBMPTN 2021.

Baginya, ia hanya bisa memberikan masukan saat anaknya ingin menentukan pilihan. Sebab, Eni tak ingin membebani Puput untuk memilih masa depannya.

"Saat beranjak dewasa juga sudah saya tanamkan rasa tanggung jawab terhadap konsekuensi dari pilihannya untuk diri sendiri. Untuk menentukan jurusan sama saja, saya cuma kasih masukan tapi keputusan tergantung anak juga, takutnya nggak sesuai dengan yang diinginkan dan jadi beban anak," terang wanita berusia 42 tahun ini.

Eny pun punya cara khusus untuk mendukung pilihan sang Putri. Misalnya dengan memberi contoh agar anak tetap semangat dan terus mendoakan. Baginya, rezeki bisa datang dari mana saja sehingga setiap umat harus tetap berusaha walaupun berada di titik terendah.

"Cara mendukungnya dengan tetap doakan yang terbaik buat anak dan kasih contoh yang bisa buat anak tambah semangat. Selalu menyemangati anak juga, walaupun pernah di titik terendah tetap harus usaha dan doa, kun fayakun, optimis kalau sudah rezeki nggak kemana dan Insya Allah diberi jalannya. Jadi, saya selalu bilang dicoba dulu ke anak, diterima/tidak nanti saja, yang penting sudah berusaha, rezeki bisa datang dari mana saja," kata Eni.

Saat ini, Puput menjadi salah satu peserta Kartu Indonesia Pintar Kuliah atau KIP-K. Sehingga, Puput tak dikenakan biaya sepeser pun atau gratis sampai dengan selesai kuliah.

"Alhamdulillah Puput lolos KIP-K, Uang Kuliah Tunggal (UKT) Rp 0," tutup Eni.[detik]

Iklan Bawah Artikel