Jangan Remehkan Amalan Ini, Lebih Utama dari Jihad Fi Sabilillah

 

Mediadakwah.online - Ada satu amalan yang kedudukannya lebih utama dari Jihad Fii Sabilillah. Sebagaimana diketahui Jihad fii sabilillah (jihad di jalan Allah) adalah amal yang paling dicintai Allah, tetapi kedudukannya masih di bawah amalan ini. Amalan apakah itu?

Dikutip dari kajian Habib Quraisy Baharun, Pengasuh Ponpes Ash-Shidqu Kuningan itu mengatakan bahwa amalan ini memiliki kedudukan yang sangat tinggi hingga Allah memerintahkan hamba-Nya untuk mengerjakannya. Amalan yang dimaksud adalah Birrul Walidain yang artinya berbakti kepada orangtua.

Berbakti kepada orangtua bukan sekadar balas jasa atau memenuhi tuntunan norma kesopanan, tetapi dalam rangka menaati perintah Allah Ta'ala dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orangtua." (QS. An Nisa: 36)

Perhatikan, dalam ayat ini Allah menggunakan bentuk kalimat perintah. Allah Ta’ala juga berfirman:

قُلْ تَعَالَوْا اَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ اَلَّا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًاۚ

"Katakanlah: 'Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang tua." (QS. Al-An'am: 151)

Dalam ayat ini juga digunakan bentuk kalimat perintah. Allah juga berfirman:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya." (QS. Al Isra: 23)

Keutamaan Berbakti kepada Orangtua

Birrul Walidain berarti berbuat baik kepada kedua orangtua. Berikut empat keutamaan bagi mereka yang berbakti kepada orangtua.

1. Perintah Birrul Walidain setelah Perintah Tauhid

Inti dari Islam adalah tauhid, yaitu mempersembahkan segala bentuk ibadah hanya kepada Allah semata. Tauhid adalah yang pertama dan utama bagi seorang muslim. Dan dalam banyak ayat di dalam Al-Qur'an, perintah untuk berbakti kepada orang tua disebutkan setelah perintah untuk bertauhid. Ini menunjukkan bahwa masalah Birrul Walidain adalah perkara yang sangat penting, mendekati pentingnya tauhid bagi seorang muslim.

2. Lebih Utama dari Jihad Fi Sabilillah

Sebagaimana kisah tentang seorang lelaki yang meminta izin kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk pergi berjihad, beliau bersabda:

أحَيٌّ والِدَاكَ؟، قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: فَفِيهِما فَجَاهِدْ

"Apakah orang tuamu masih hidup?". Lelaki tadi menjawab: "Iya". Nabi bersabda: "Kalau begitu datangilah kedunya dan berjihadlah dengan berbakti kepada mereka" (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Namun para ulama memberi catatan, ini berlaku bagi jihad yang hukumnya fardhu kifayah. Demikian juga birrul walidain lebih utama dari semua amalan yang keutamaannya di bawah jihad fi sabiilillah. Birrul walidain juga lebih utama dari Thalabul Ilmi selama bukan menuntut ilmu yang wajib 'ain. Birrul walidain juga lebih utama dari safar selama bukan safar yang wajib seperti pergi haji yang wajib. Adapun safar dalam rangka mencari pendapatan maka tentu lebih utama Birrul Walidain dibandingkan safar yang demikian.

3. Pintu Surga

Surga memiliki beberapa pintu, dan salah satunya adalah pintu Birrul Walidain. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

الوالِدُ أوسطُ أبوابِ الجنَّةِ، فإنَّ شئتَ فأضِع ذلك البابَ أو احفَظْه

"Kedua orangtua itu adalah pintu surga yang paling tengah. Jika kalian mau memasukinya maka jagalah orang tua kalian. Jika kalian enggan memasukinya, silakan sia-siakan orang tua kalian." (HR. Tirmidzi)

4. Birrul Walidain Adalah Salah Satu Cara Bertawassul kepada Allah

Tawassul artinya mengambil perantara untuk menuju kepada ridha Allah dan pertolongan Allah. Salah satu cara bertawassul yang disyariatkan adalah tawassul dengan amalan salih. Di antara amalan salih yang paling ampuh untuk bertawassul adalah berbakti kepada orangtua.

Sebagaimana hadis dalam Shahihain mengenai kisah yang diceritakan oleh Rasulullah mengenai tiga orang yang terjebak di dalam gua yang tertutup batu besar, kemudian mereka bertawassul kepada Allah dengan amalan-amalan mereka, salah satunya berkata:

"Ya Allah sesungguhnya saya memiliki orang tua yang sudah tua renta, dan saya juga memiliki istri dan anak perempuan yang aku beri mereka makan dari mengembala ternak. Ketika selesai menggembala, aku perahkan susu untuk mereka. Aku selalu dahulukan orang tuaku sebelum keluargaku. Lalu suatu hari ketika panen aku harus pergi jauh, dan aku tidak pulang kecuali sudah sangat sore. Dan aku dapati orang tuaku sudah tidur. Lalu aku perahkan untuk mereka susu sebagaimana biasanya, lalu aku bawakan bejana berisi susu itu kepada mereka. Aku berdiri di sisi mereka, tapi aku enggan untuk membangunkan mereka. Dan aku pun enggan memberi susu pada anak perempuanku sebelum orang tuaku. Padahal anakku sudah meronta-ronta di kakiku karena kelaparan. Dan demikianlah terus keadaannya hingga terbit fajar. Ya Allah jika Engkau tahu aku melakukan hal itu demi mengharap wajah-Mu, maka bukalah celah bagi kami yang kami bisa melihat langit dari situ. Maka Allah pun membukakan sedikit celah yang membuat mereka bisa melihat langit darinya." (HR Al-Bukhari, Muslim). [sindonews]

Iklan Bawah Artikel