Ini Amalan yang Dapat Dilakukan Saat Hari Arafah

 

Mediadakwah.online - AMALAN Ibadah apa saja yang dapat dilakukan saat Hari Arafah pada 9 Dzulhijjah 1442 H atau bertepatan pada 19 Juli 2021. Setidaknya ada dua amalan yang dapat diamalkan.

Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin menuturkan adapun amalan itu yakni,

1. Menebar kebaikan dan beramal salih. "Termasuk bersedekah, setidaknya totalitas kita yang tidak ikut ibadah haji, juga akan mendapatkan perhatian Allah, sekaligus ridhaNya,” ucapnya.

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبَاهِى مَلاَئِكَتَهُ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ بِأَهْلِ عَرَفَةَ فَيَقُولُ انْظُرُوا إِلَى عِبَادِى أَتَوْنِى شُعْثاً غُبْراً“

Artinya: “Sesungguhnya Allah berbangga kepada para malaikat-Nya pada sore Arafah dengan orang-orang di Arafah, dan berkata: “Lihatlah keadaan hambaku, mereka mendatangiku dalam keadaan kusut dan berdebu,” (HR. Ahmad 2: 224).

2. Memperbanyak zikir dan tahlil sebagai tanda peneguhan keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Hari Arafah bisa menjadi momentum yang sangat istimewa, maka perbanyaklah zikir dan kalimat tahlil salah satu sebagai amalan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Terdapat kalimat tahlil yang dibaca Nabi Muhammad saat Hari Arafah, yaitu:

أَفْضَلُ مَا قُلْتُ أَنَا وَ النَّبِيُّوْنَ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ : لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَ لَهُ الحَمْدُ ، وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر

Artinya: “Kalimat utama yang aku dan para nabi ucapkan pada senja hari Arafah adalah: Laa Ilaha Iillallah Wahdahu Laa Syarika Lah Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Wa Huwa ‘Ala Kulli Syai-in Qadiir (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu).” (HR. Ath-Thabrani).

Sementara itu, Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin menuturkan, umat Islam juga dianjurkan menjalankan ibadah puasa di hari Arafah. Sebab bagi yang melaksanakannya, semua dosa-dosa akan diampuni.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim, no. 1162).

Pada hari Arafah Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mengabulkan doa-doa hambaNya, bahkan mendapatkan keberkahan di dunia maupun di akhirat. Maka di waktu tersebut dianjurkan untuk memperbanyak berdoa.

“Maka perbanyaklah berdoa pada saat melaksanakan puasa Arafah, memohonlah agar diberikan kesehatan, umur panjang barokah, istiqamah ibadah, rezeki berkah dan ilmu melimpah, manfaat bagi sesamanya,” terangnya.

Rasulullah bersabda:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

Artinya: “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah,” (HR. Tirmidzi: 3585).

Iklan Bawah Artikel