Cerita Polisi di Lamongan Terus Belajar Berbuat Baik dengan Berbagi Sesama

 

Mediadakwah.online - (detik.com) Lamongan - Kata salut bisa menggambarkan aksi sosial salah satu polisi di Lamongan ini. Beragam aksi sosial dilakukan sang polisi untuk membantu sesamanya, terlebih di saat pandemi ini.

Aipda Purnomo, polisi Lamongan yang bertugas di Polsek Babat ini kerap menggelar aksi sosialnya. Tak hanya merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Purnomo juga kerap berbagi rezeki untuk sesama yang kurang beruntung.

Dalam seminggu ini saja, setidaknya tiga aksi sosial dilakukan oleh sang polisi teladan ini di masa ketika PPKM darurat diterapkan di Lamongan mulai dari berbagi rezeki hingga berbagi nasi bungkus. Semuanya berujung pada berbuat kebaikan dengan sesama yang membutuhkan.

"Semuanya karena saya ingin belajar berbuat baik untuk dan dengan sesama," kata Aipda Purnomo saat berbincang dengan detikcom, Rabu (21/7/2021).

Aksi pertama adalah ketika ia tiba-tiba saja turun dari mobil dan menghampiri seorang pedagang mainan keliling bernama Kasmadi yang tengah berhenti di pinggir jalan. Saat itu 15 Juli, Kasmadi yang warga Desa Datinawong, Babat ini tengah berada di tepi jalan sambil menjajakan mainan anak seharga Rp 5 ribu perbuah.

Sebelum memberikan uang Rp 5 juta kepada Kasmadi, Purnomo sempat berbincang dengan Kasmadi yang mengaku dari keliling menjajakan mainan anak ini ia mengambil laba Rp 2.500 perbuah dengan keuntungan per hari yang tidak menentu.

"Saya jual Rp 5 ribu perbuah, untungnya juga tidak menentu setiap harinya," aku Kasmadi saat itu.

Setelah berbincang sebentar, Purnomo kemudian membeli 5 mainan anak dan bertanya berapa ia harus membayar 5 mainan yang telah ia beli itu. Saat dijawab Rp 25 ribu, Purnomo kemudian merogoh sakunya.

Bukannya mengeluarkan uang Rp 25 ribu, Purnomo malah memborong semua dagangan Kasmadi dan memberi pria tua itu uang sebesar Rp 5 juta. Kontan saja, Kasmadi langsung sujud syukur sambil menangis karena terharu karena telah menerima uang sebesar itu.

Bukan tanpa syarat, Purnomo memberikan uang itu. Purnomo memberikan syarat agar Kasmadi bersedia untuk tinggal di rumah selama diterapkannya PPKM darurat.

"Bapak boleh ambil uang ini asalkan bapak mau libur jualan dan di rumah saja sampai bulan depan. Bagaimana apakah bapak mau?" tanya Purnomo kepada Kasmadi ketika itu.

Selain memberi uang kepada Kasmadi karena mau dan bersedia untuk di rumah saja selama penerapan PPKM Darurat, Purnomo juga memborong semua dagangan Kasmadi dan membelikan Kasmadi sebuah sepeda angin untuk Kasmadi berjualan mainan anak. Kasmadi yang mengaku selama seharian belum ada satupun dagangannya yang laku itupun menghaturkan terimakasihnya kepada Purnomo.

"Alhamdulillah hari ini kita memberikan Pak Kasmadi rezeki dari Allah, kita juga akan mengajak Pak Kasmadi untuk makan dan membelikan sepeda untuk Pak Kasmadi untuk beliaunya jualan agar tidak jalan kaki," kata Purnomo.

Aksi sosial Purnomo berbuat baik selama seminggu ini masih berlanjut. Purnomo juga membagikan nasi bungkus ke pengguna jalan di malam hari setelah magrib. Purnomo menyebut, untuk pembagian nasi bungkus ini, ia menyisihkan uang sebesar Rp 1 juta.

"Bagi-bagi nasi bungkus di jalanan malam hari setelah magrib, ini sebenarnya kegiatan rutin setiap pekan," tutur Purnomo.

Tidak berhenti sampai di sini. Purnomo yang mengaku masih belajar berbuat baik ini juga terus berusaha membantu sesama. Dua hari lalu ia sengaja keliling kota dan berbagi dengan tukang becak, tukang ojek dan pedagang asongan yang tengah berjuang demi keluarga meski kondisi sedang ada penerapan PPKM darurat.

"Kami hanya bisa memberikan sedikit senyum kepada saudara kita agar cepat pulang dan berkumpul dengan keluarga di rumah," tuturnya.

Ketika berbagi dengan tukang becak, tukang ojek dan asongan ini, Purnomo memberikan mereka rejeki Rp 100 ribu per orang yang jika ditotal secara keseluruhan, ia membagikan sedikitnya Rp 10 juta. Purnomo berkeliling sejumlah tempat di mana tukang ojeng, tukang becak dan asongan berada yakni di Terminal Lamongan, depan RSUD Lamongan, dan di depan stasiun KA Lamongan.

Sambil berbagi, Purnomo mencoba untuk bertanya kepada mereka berapa uang yang didapat oleh mereka selama seharian bekerja. Sambil memberi uang senilai Rp 100 ribu, Purnomo meminta mereka untuk segera pulang dan menunaikan salat Zuhur karena ketika itu sudah tiba waktunya untuk salat Zuhur.

"Banyak saudara kita tukang ojek, tukang becak dan asongan masih tetep bersemangat mengais rezeki meskipun di saat seperti sekarang ini. Kita bisa bangkit dan jauh lebih baik asalkan kita mau gotong royong saling membantu sesama, karena kita adalah Indonesia," imbuhnya.

Dari 3 aksi sosial Purnomo selama sepekan ini, ia sedikitnya telah berbagi sebesar Rp 16 juta ke sesama. Purnomo menyebut, semua aksi sosialnya tersebut adalah bagian dari dirinya yang ingin belajar berbuat baik. Purnomo mengaku, uang yang ia bagikan kepada kaum dhuafa tersebut adalah uang dari donatur dan dari hasil dari ia membuat konten di YouTube serta dari bantuan dari Kapolres Lamongan.

"Uang yang saya bagikan tersebut berasal dari hasil membuat konten di YouTube, dari donatur dan dari Kapolres Lamongan," terangnya.

Hanya saja, Purnomo enggan untuk menyebut berapa nominal yang ia dapatkan dari membuat konten di YouTube tersebut. Ia mengaku hasil dari membuat konten YouTube tersebut juga ia pakai untuk merawat ODGJ yang saat ini ada 12 ODGJ yang ia rawat dan ia bawa berobat secara rutin.

"Dari 12 ODGJ ini yang diobatkan 5 orang setiap bulan 15 juta saya tanggung sampai 6 bulan berobat," lanjutnya.

Dari hasil konten YouTube ini, Purnomo juga bekerjasama dengan Yayasan Berkas Bersinar Abadi membangun rumah pintar yatim piatu untuk belajar selama libur sekolah yang ia gelar gratis dengan mendatangkan 6 guru yang ia gaji sendiri. Bahkan, Purnomo juga menyediakan beasiswa bagi para mahasiswa Lamongan yang kurang mampu setahun senilai Rp 60 juta dengan tujuan agar mereka nantinya juga memiliki jiwa sosial dan bagaimana rasa peduli sesama itu harus ditimbulkan mulai dini.

"Hasil dari YouTube juga, karena saya anggap itu rezeki dari Allah SWT, mohon doanya," tambahnya.

Tak jarang, aksi sosial Purnomo ini juga mendadak viral di media sosial dan mendapat reaksi positif dari netizen. Purnomo hanya merendah jika apa yang ia lakukan semata karena ia ingin belajar berbuat baik kepada sesama.

Iklan Bawah Artikel