5 Rahasia Sehat Nabi Muhammad SAW yang Hanya Dua Kali Sakit Selama Hidup

 

Mediadakwah.online - (detik.com) Nabi Muhammad SAW memiliki pola hidup yang sehat. Bahkan dalam hidupnya ia hanya sakit dua kali. Ini rahasia sehat ala Rasulullah SAW.

Konon, selama hidup Rasulullah SAW hanya merasakan sakit sebanyak dua kali. Sakit pertama setelah menerima wahyu pertama di mana beliau merasakan demam yang hebat.

Sakit kedua adalah ketika Nabi Muhammad SAW mengalami sakit parah yang kemudian menyebabkan beliau wafat. Kondisi tersebut menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW punya fisik yang kuat dan sehat.

Padahal kondisi di alam jazirah Arabia saat itu terbilang tandus, keras dan kurang bersahabat, seperti yang dikutip dari Gana Islamika (07/05/19). Secara lahiriah, Rasulullah SAW mampu mencegah hal-hal yang berpotensi mendatangkan penyakit.

Itu karena Nabi Muhammad SAW sangat peduli terhadap kesehatannya. Maka tak heran jika beliau memiliki fisik yang kuat dan daya tahan yang kuat.

Berikut tips sehat ala Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya:

1. Selektif terhadap Makanan

Nabi Muhammad SAW sangat menyeleksi jenis makanan apa saja yang masuk ke mulutnya. Tidak ada makanan yang masuk ke mulut beliau, kecuali makanan tersebut memenuhi syarat halal dan thayyib (baik).

Halal yang dimaksud adalah yang berkaitan dengan urusan akhirat misalnya halal cara mendapatkan dan halal barangnya. Semenyara thayyib berkaitan dengan urusan duniawi.

Misalnya baik tidaknya makanan atau bergizi atau tidaknya makanan yang dikonsumsi. Salah satu makanan yang menjadi favorit Nabi Muhammad SAW adalah madu yang dicampur air,

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan AlQur-an," (HR. IbnuMajah dan Hakim).

2. Tidak Makan Sebelum Lapar dan Berhenti Sebelum Kenyang

Nabi Muhammad SAW tidak pernah makan berlebihan. Karenanya beliau selalu menerapkan prinsip makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.

Aturannya, kapasitas perut dibagi menjadi tiga bagian, yakni sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair) dan sepertiga untuk udara (gas).

Rasulullah SAW bersabda, "Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya,".

Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka ia dapat mengisi perutnya dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiganya lagu untuk pernapasan," (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

3. Makan dengan Tenang

Nabi Muhammad SAW selalu tuma'ninah ketika makan, artinya adalah makan tenang atau tidak tergeda-gesa. Cara makan ini menghindari terjadinya tersedak dan tergigit.

Selain itu, juga membantu kerja organ dalam melakukan sistem pencernaan menjadi lebih ringan. Dengan begitu, makanan pun dapat dikunyah dengan lebih baik, sehingga kerja organ pencernaan bisa berjalan sempurna.

Sementara makanan yang tidak dikunyah dengan baik akan sulit dicerna. Cara makan tersebut jika dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan kanker di usus besar.

4. Puasa Sunnah

Rasulullah SAW tidak hanya melakukan puasa wajib, tetapi juga istiqamah melakukan puasa sunnah. Ada beberapa puasa sunnah yang dianjurkan, seperti Senin-Kami, Ayyamul Bidh, Puasa Daud dan lain-lain.

Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa puasa adalah perisai terhadap berbagai macam penyakit jasmani maupun rohani. Manfaatnya dalam kesehatan adalah dapat melebur berbagai ampas makanan.

Selain itu juga bisa menahan diri dari makanan berbahaya. Puasa juga menjadi obat penenang bagi stamina dan organ tubuh sehingga energinya tetap terjaga.

Puasa sangat ampuh untuk detoksifikasi atau pembersih racun secara menyeluruh.

5. Pola Tidur yang Baik

Selain pola makan, Nabi Muhammad SAW juga mengatur pola tidur yang baik. Beliau selalu tidur di awal malam dan bangun pada pertengahan malam kedua. Ketika bangun, Nabi Muhammad SAW akan bersiwak.

Kemudian, beliau akan berwudhu dan sholat dan sampai waktu yang diizinkan oleh Allah SWT. Nabi Muhammad SAW tidah pernah tidur melebihi kebutuhan, tetapi tidak pula menahan diri untuk tidur sekadar yang dibutuhkan.

Cara tidurnya Rasulullah juga sarat makna. Menurut Ibnul Qayyim Al Jauziyyah dalam buku Metode Pengobatan Nabi mengungkapkan bahwa Rasul tidur dengan memiringkan tubuh ke arah kanan, sambil berzikir kepada Allah SWT hingga matanya terasa berat.

Terkadang beliau juga memiringkan badannya ke sebelah kiri sebentar, untuk kemudian kembali ke sebelah kanan. Cara tidur tersebut merupakan cara yang efektif. [detik]

Iklan Bawah Artikel