Wanita Haid Tidak Boleh Potong Kuku dan Rambut, Benarkah Demikian?

 

Mediadakwah.online - (okezone.com) Wanita haid tidak boleh potong kuku dan potong rambut. Pemahaman seperti ini ada dan diyakini sebagaian masyarakat. Namun apakah memang demikian, apakah Islam mengajarkan seperti itu, atau itu ajaran dari nenek moyang saja.

Sejatinya bagi seorang Muslimah dipersilahkan untuk memotong kuku atau rambut meski dalam keadaan haid. Mengapa? Karena tidak adanya dalil shahih yang melarang.

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhaa ketika haji wada’:

انقضي رأسك وامتشطي وأهلي بالحج ودعي العمرة

“Uraikanlah rambutmu dan sisirlah, kemudian berniatlah untuk haji dan tinggalkan umrah” (Muttafaqun ‘alaihi)

Melansir laman Konsultasisyariah pada Selasa (29/6/2021) menjelaskan dalam hadist ini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhaa untuk menyisir rambut dan saat itu beliau sedang haidh, padahal menyisir sangat memungkinkan tercabutnya rambut. Ini menunjukkan bolehnya wanita haidh memotong rambut dan kuku.

Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah:

فالحائض يجوز لها قص أظافرها ومشط رأسها ، ويجوز أن تغتسل من الجنابة …فهذا القول الذي اشتهر عند بعض النساء من أنها لا تغتسل ولا تمتشط ولا تكد رأسها ولا تقلم أظفارها ليس له أصل من الشريعة فيما أعلم

Artinya: “Wanita yang haidh boleh memotong kukunya dan menyisir rambutnya, dan boleh mandi junub, … pendapat yang dianut oleh sebagian wanita bahwasanya wanita yang haidh tidak boleh mandi, menyisir rambutnya, dan memotong rambutnya maka ini tidak ada asalnya (dalilnya) di dalam syari’at, sebatas pengetahuan saya”

Wallahu ta’aalaa a’lam.

Iklan Bawah Artikel