Viral Matahari Terbit dari Utara, Benarkah Tanda Kiamat?

 

Mediadakwah.online - BEBERAPA waktu beredar video viral matahari terbit dari utara dan dikaitkan dengan tanda kiamat. Fenomena alam ini terjadi di Jeneponto, Sulawesi Selatan, pada Kamis 17 Juni 2021 pagi.

Peristiwa tersebut direkam seorang guru dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Binanamu Jeneponto. Selaku Muslim, pria itu juga menyebut ada peringatan salah satu tanda kiamat adalah matahari terbit dari sebelah barat dan terbenam di sebelah timur.

"Dengan situasi ini merupakan satu isyarat suatu waktu nanti matahari akan terbit dari sebelah barat," kata pria tersebut.

Sementara Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Makassar Rizky mengatakan sebenarnya dalam rekaman video viral itu matahari terbit dari timur, namun dalam gerakan matahari ke barat, condong di sisi utara, lantaran tidak berada pada Garis Khatulistiwa.

"Tetap bergerak dari timur ke barat, akan tetapi condongnya bergerak di sebelah utara. Jadi tetap terbit dari timur, tetapi perjalanan ke barat dia lewat jalur utara, bisa dikatakan seperti itu," jelasnya kepada wartawan di Makassar.

Ia melanjutkan, fenomena ini biasa terjadi mulai pada Maret, puncaknya Juni, kemudian berakhir pada September di tiap tahunnya.

"Jadi nanti setelah September menuju Oktober, November, Desember, dia bergeraknya perlahan-lahan dari timur ke barat lewat arah selatan," terangnya.

Dari sisi ajaran agama Islam, diungkapkan ada tanda-tanda kiamat. Apa saja? Berikut penjelasannya, sebagaimana MNC Portal rangkum.

1. Matahari terbit dari barat

Dikutip dari laman Almanhaj, dalil-dalil dari Alquran al Karim Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا

“… Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Rabb-mu tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau (belum) berusaha berbuat kebaikan dengan imannya itu…" (QS Al-An’aam: 158)

Telah dinyatakan di berbagai hadis sahih bahwa yang dimaksud dengan tanda-tanda tersebut di dalam ayat adalah terbitnya matahari dari barat, dan inilah pendapat mayoritas ulama tafsir.

2. Islam kembali asing sebagaimana awal kedatangannya

Dinukil dari buku 'Dahsyatnya Hari Kiamat: Rujukan Lengkap Hari Kiamat dan Tanda-tandanya berdasarkan Alquran dan As-Sunnah' karya Ibnu Katsir, di dalam Ash-Shahit disebutkan hadis al-A'masy dari Abu Ishaq dari Abu al-Ahwash dari Abdullah bin Mas'ud, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda:

"Sesungguhnya, Islam mulai dalam keadaan asing dan akan kembali asigg sebagaimana semula. Karena itu, berbahagialah orang-orang asing." Seseorang bertanya, "Siapakah orang-orang asing itu?" Beliau bersabda, "Orang-orang yang menyingkir dari setiap kabilah." (Ibnu Majah meriwayatkan hadis ini dari Anas dan Abu Hurairah)

3. Perpecahan umat

Ibnu Majah berkata, "Abu Bakar bin Abi Syaibah bercerita kepada kami, Muhammad bin Basyar menuturkan kepada kami, Muhammad bin Amru mengisahkan kepada kami dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda: 'Orang-orang Yahudi terpecah menjadi 71 kelompok dan umatku terpecah menjadi 73 kelompok'." (HR Ibnu Majah)

4. Hilangnya ilmu dengan wafatnya para ulama

Dalam Ash-Shahil disebutkan dari Abdullah bin Amru bahwa Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu sekaligus dari manusia. Akan tetapi, Allah mencabut ilmu dengan kematian para ulama sehingga ketika tidak ada lagi orang berilmu, orang-orang menjadikan pemimpin yang bodoh kemudian mereka memberikan fatwa tanpa ilmu sehingga mereka sesat dan menyesatkan." (HR Bukhari)

5. Hilangnya ilmu dari manusia pada akhir zaman

Ibnu Majah berkata, “Muhammad bin Abdillah bin Numair bercerita kepada kami bahwa Rasulullah bersabda: ‘Menjelang Kiamat akan terjadi hari-hari yang ketika itu ilmu diangkat dan kebodohan diturunkan serta merebak pembunuhan’.” (HR Muttafaq 'Alaib)

Demikianlah hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari hadis al-A'masy dengan redaksi seperti itu. Ibnu Majah berkata, “Abu Mu'awiyah menceritakan kepada kami bahwa Rasulullah bersabda: ‘Islam akan terhapus sebagaimana terhapusnya renda pakaian sehingga tidak diketahui apa itu puasa, sholat, ibadah, dan sedekah. Dalam satu malam timbul kelupaan terhadap al-Kitab sehingga tidak tersisa satu pun ayat di muka bumi dan tersisa satu kelompok manusia. Orang tua renta dan jompo yang berkata: "Bapak bapak kami pernah memberitahu mengenai kata la Itaha illallah latu kami mengucapkannya’.” [okezone]

Wallahu a'lam bishawab.

Iklan Bawah Artikel