Ustaz Adi Hidayat Jabarkan Rincian Bukti Donasi untuk Palestina

 

Mediadakwah.online - (detik.com) Jakarta - Ustaz Adi Hidayat ramai dituding menilep uang hasil donasi untuk Palestina. Tidak tinggal diam, pria yang akrab disapa UAH itu menjabarkan rincian bukti donasi yang sudah disalurkan ke Palestina.

Ustaz Adi Hidayat menegaskan timnya sangat tertib dan terbuka memberikan bukti penyaluran donasi. Di awal video dalam channel YouTube-nya, Ustaz Adi Hidayat menyampaikan dan memperlihatkan bukti-bukti donasi dari rakyat Indonesia untuk membantu Palestina.

"Jadi saya tertib ya, insyaallah tertib ya saudara-saudara sekalian. Ini untuk donatur yang sudah menyumbang, kalau ada donatur yang tanya ustaz bagaimana prosesnya, insyaallah kita akan sampaikan secara terbuka. Untuk keterbukaan tetap kami sampaikan," buka Ustaz Adi Hidayat dilansir dalam channel YouTube-nya, Rabu (2/5/2021).

Pihak Ustaz Adi Hidayat ketika dihubungi menyampaikan sang ustaz sudah memberikan penjelasan di channel YouTube-nya. Itu dikarenakan sang ustaz juga memiliki kesibukan lain untuk berdakwah.

Dimulai dari saldo akhir pada 24 Mei 2021, Ustaz Adi Hidayat memperlihatkan bukti saldo rekening yang dipakai untuk menampung dana donasi sebesar Rp 30.880.110.894.54.

"OJK, PPATK atau pihak terkait silakan dilihat dan disampaikan ke kami kalau ada yang mengganjal. Kemudian hari Sabtu terkumpul segini ada di hari yang sama permintaan dari Gaza relawan di sana lewat INH," jelasnya sambil membacakan isi surat permohonan penyaluran donasi untuk kebutuhan mendesak di Palestina yang dikirim melalui INH.

Ustaz Adi Hidayat pun memperlihatkan timnya sudah mengirimkan dan mentransfer dana sebesar USD 715 ribu atau setara dengan Rp 10.272.905.500.

"Ini rinciannya. 715.000 USD ada rincian tujuh poin di sana. Bukti tertulisnya ada, suratnya saya jawab 23 Mei, 24 Mei kita transfer. Ini bukti transfernya nih, ada nih hati-hati bukan nggak ada, akan terlacak arus rekeningnya kelihatan," tegas UAH memperlihatkan bukti transfer.

"Kalau mau bahkan kita bisa turunkan rekening korannya sehari bisa 625 halaman, bayangkan itu yang mau lihat-lihat, baca-baca silakan 625 sehari kali 6 aja," sambungnya sambil tersenyum.

Selanjutnya, Ustaz Adi Hidayat kembali jabarkan bukti transfer dana donasi ke Palestina

Di hari yang sama, Ustaz Adi Hidayat datang ke MUI dan menyalurkan donasi tahap dua. Ustaz Adi Hidayat mengatakan penyaluran donasi ada tiga tahap.

"Kita datang ke MUI di DSN menyalurkan sebagiannya, tahap dua karena kita bagi tiga tahap, tahap pertama untuk kebutuhan mendesak di Gaza karena dibombardir waktu itu, nilainya yang kita transfer Rp 10.272.905.500 setara dengan 715 ribu USD," beber UAH sembari memperlihatkan sertifikat dari INH dan ada bukti bermaterai yang menegaskan dana sudah ditransfer.

"24 Mei hari senin kita ke MUI ada dubes Palestina, kami menyerahkan USD 1 juta. Palestina itu bukan wilayah Gaza saja, kita titipkan ke MUI untuk di tepi barat di Hebron. Di sana rencananya akan dibangunkan rumah sakit Indonesia," lanjutnya.

UAH juga langsung memperlihatkan bukti transfer dan surat bukti serah terimanya. Ustaz Adi Hidayat juga menegaskan dana donasi itu juga berasal dari rakyat Indonesia.

"Saya tidak ingin ambil porsi yang bukan milik kita. MUI sudah menerima dan jalan. Dapet deh ini (sertifikat) Rp 14,3 miliar," Ustaz Adi Hidayat membacakan nominal yang dicantumkan dalam ucapan terima kasih.

"Kita transfer, jangan posisikan donasi ini dari seorang Adi Hidayat, tapi saya ingin ini dipahami donasi dari rakyat Indonesia. Ditulis di papan donasi, rakyat yang berdonasi. Bagi yang nyumbang berhak bertanya," ucap Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat mengaku belum pernah menemukan orang yang ikut berdonasi meminta bukti transfer. Hal itu bertolak balik dengan oknum-oknum yang membuat kegaduhan untuk meminta rincian donasi.

"Alhamdulillah donatur ini baik-baik, tapi tetap kita jaga kepercayaan mereka, jangan sampai saya misalnya saya nggak ikut nyumbang tapi saya sendiri tanya mana bukti transfernya, mana bukti donasinya. Tapi, kalau ada demikian saya nggak bisa menilai yang penting jangan membuat sesuatu yang gaduh, polarisasi, perpecahan atau sebagainya. Itu kita akan kejar yang seperti itu agar tidak membuat kegaduhan-kegaduhan," tegas Ustaz Adi Hidayat.

[Detik]

Iklan Bawah Artikel