Soal Rayakan Ultah Pakai Topi dan Tiup Lilin, UAS Nyanyi: Selamat Murtad!

Mediadakwah.online - (Terkini.id), Jakarta – Ustaz Abdul Somad (UAS) memperingati bahaya merayakan ulang tahun (ultah) dengan menggunakan topi kerucut dan meniup lilin.

Menurutnya, merayakan ulang tahun dengan tradisi itu bisa menyebabkan seseorang murtad.

Ceramah UAS itu dapat dilihat dalam video berjudul ‘Bagaimana Hukum Merayakan Uang Tahun Sambil Tiup Lilin?’ yang ditayangkan Nur Amin Official Al Amin Center pada 25 Januari 2018.

Awalnya, UAS menyinggung soap sejarah di mana dulu orang yang murtad disuruh menggunakan sanbenito.

Sebagai catatan, sanbenito adalah topi berbentuk kerucut yang memanjang ke atas.

 “Makanya yang ulang tahun pakai topi itu, kan ada tuh orang tuanya memasangkan anaknya itu sekarang ‘Nak, pakai ini, yah” sambil tiup lilin, nah itu sama mendoakan anaknya murtad,” jelas UAS.

Ia lalu menyatukan dan mengepalkan tangannya ke depan sambil bernyanyi dengan nada selamat ulang tahun, namun liriknya ia ganti.

“Selamat murtad.. Selamat murtad,” UAS bernyanyi lalu memperagakan tiup lilin.

Ia lantas meminta kepada orang tua yang sudah mengajarkan tradisi itu kepada anaknya untuk tidak mengulanginya lagi.

UAS memperingatkan bahwa orang yang mengikuti tradisi suatu kaum, maka ia adalah bagian dari kaum itu dan akan dibangkitkan di akhirat bersama kaum itu.

“Siapa yang ikut tradisi orang kafir, nanti dia mati, dibangkitkan sama kaum kafir itu,” kata UAS.

“Yang suka pakai topi san benito itu, nanti mati dibangkitkan sama Kristen,” sambungnya.

UAS juga menyebut bahwa tradisi meniup lilin juga adalah tradisi orang kafir.

Ia memberikan ilustrasi bahwa ketika bangkit di hari kiamat nanti, maka orang yang tiup lilin akan dikelilingi orang kafir.

UAS menyebut orang-orang yang ia nilai kafir seperti Paus Paulus, Markus, Santa Maria, dan lain-lain.

“Kenapa aku bangkit sama orang kafir? Karena kau ikut-ikut tradisi orang kafir.” kata UAS

“Meniup lilin ‘Anak, apa yang kau mintakan setahun ke depan, mintakan dalam tiupanmu ke dalam api itu, yah’. Menyembah api abadi, tradisi orang majusi,” lanjutnya.

[Terkini]

Iklan Bawah Artikel