Sindir Ulama Poligami, Kiai NU: Dia Tidak Paham Hukum Islam

 

Mediadakwah.online - (Terkini.id), Jakarta – Kiai Nahdlatul Ulama (NU), Taufik Damas menyindir ulama yang poligami. Ia pun menyebut, ustaz yang memiliki istri lebih dari satu tersebut tidak paham dengan dasar hukum Islam.

Terkait hal itu, pengurus wilayah NU DKI Jakarta ini kemudian menjelaskan sudut pandang poligami dari sejarah peradaban manusia.

Menurut Kiai Taufik, dahulu sebelum Islam datang banyak lelaki yang memiliki banyak sekali istri. Bahkan, menurut Taufik perbandingannya bisa 1 banding 100. Namun, setelah Islam datang dianjurkan hanya beristri 4.

Ia pun menilai, tujuan Islam mengatur soal poligami tersebut didasari semangat menghargai kaum perempuan.

Sehingga, kata Taufik, Islam kemudian mendorong semangat membatasi. Sampai akhirnya ada ayat poligami dalam agama Islam.

“Sebetulnya kalau disebut ayat poligami itu kurang tepat. Namun yang pasti Surat Annisa ayat 3 memang membatasi praktik poligami pada masa itu, yang banyak beristri 10, 12, 16 dan seterusnya. Semangatnya membatasi. Tapi justru oleh orang menganggap ayat itu sebagai motivasi untuk poligami,” ujar Kiai Taufik Damas.

Hal itu diungkapkan Taufik Damas dalam diskusi soal kasus poligami ulama yang ditayangkan kanal Youtube Tagar TV, seperti dilihat pada Kamis 17 Juni 2021.

Dalam tayangan video berjudul ‘Sejarah Poligami Sepanjang Peradaban Manusia’ tersebut, Taufik Damas juga memberi contoh ketika zaman nabi ada seorang sahabat yang memiliki istri sampai belasan. Lalu oleh Nabi Muhammad SAW diminta untuk dikurangi.

Berdasarkan contoh itu, Taufik pun menilai semangat Islam sebenarnya bukan poligami melainkan monogami.

“Sebenarnya semangat Islam itu monogami, bukan poligami. Poligami itu boleh tapi dalam kondisi darurat (mandul), bukan dalam kondisi normal,” tuturnya.

Apalagi, lanjut Taufik, belakangan ini poligami yang dilakukan oleh ulama hanya menyisakan kemelut rumah tangga dan keretakan hubungan. Maka dari itu, menurutnya, dalam fiqih kontemporer poligami dibolehkan tetapi tak boleh dilakukan sembarangan.

Mengutip Hops.id, Kiai Taufik Damas dalam tayangan video tersebut juga menyinggung adanya perbuatan ulama yang seolah mengkampanyekan gerakan poligami.

Menurutnya, ulama yang melakukan hal itu sudah keliru lantaran tidak paham dasar-dasar hukum Islam.

“Itu keliru, itu salah, berarti dia tidak paham dasar hukum Islam. Apalagi mohon maaf, kita ini kan sebenarnya juga mendorong kesetaraan, Islam mendorong kesetaraan laki-laki dan perempuan. Jadi kalau ada gerakan mendorong gerakan poligami, apalagi dilakukan ulama atau diseminarkan, bagi saya itu menunjukkan semangat anti kesetaraan antara laki-laki dan perempuan,” tegas Taufik.

Wakil Katib Syuriyah NU DKI Jakarta ini juga menyebut jika ada ulama yang memandang demikian maka hal itu bukan merupakan manifestasi religiusitas melainkan mereka hanya merendahkan Islam.

“Saya sering katakan kita itu lahir dari rahimnya perempuan, bukan perutnya laki-laki, jangan rendahkan Islam. Salah kalau sampai dikampanyekan (Poligami),” ujarnya. [terkini]

Iklan Bawah Artikel