PENGANUT ISLAM yang Taat, Mesut Ozil Percaya Kekuatan Doa

 

Mediadakwah.online - Mantan Gelandang Arsenal, Mesut Ozil, semalam mengadakan tanya jawab dengan netizen di akun Twitter-nya, @MesutOzil1088. Bahkan dalam sesi tanya jawab itu, Mesut Ozil membuat tagar sendiri yakni #AskMesut.

Sebenarnya sejak 10 jam yang lalu, Mesut Ozil sudah menghentikan sesi tanya tersebut. Namun, hingga kini #AskMesut masih trending di Twitter. Setidaknya sudah ada 31.400 tweet yang menulis tagar di atas.

Dari ribuan netizen, salah satunya melontarkan pertanyaan, sejauh mana kepercayaan (agama) Mesut Ozil dapat memengaruhi karier sepakbolanya? Sekadar informasi, Mesut Ozil dikenal sebagai pesepakbola yang taat beragama.

Menganut agama Islam, Mesut Ozil rutin beribadah salat lima waktu. Sebelum pandemi virus corona menyerang, gelandang keturunan Turki ini juga rutin beribadah umrah. Namun, di luar itu, tentu yang paling nyentrik tiap kali Ozil hendak melakoni pertandingan.

Ia selalu mengangkat kedua tangannya sebelum bertanding, tanda berdoa. Gelandang yang membantu Tim Nasional (Timnas) Jerman juara Piala Dunia 2014 itu percaya akan kekuatan doa.

Ini (berdoa) banyak membantu saya selama masa-masa sulit. Saya berdoa sebelum kick off pertandingan. Doa itu saja tujukan untuk saya dan rekan setim saya, supaya semua tetap sehat,” tulis Ozil menjawab pertanyaan akun @MancSel.

Mesut Ozil sendiri sedang menjadi perhatian. Sebab, semenjak project restart Liga Inggris 2019-2020 digulirkan medio Juni 2020, Mesut Ozil tak pernah diturunkan pelatih Arsenal, Mikel Arteta.

Sejumlah alasan muncul kenapa Mesut Ozil tak kunjung dimainkan Arteta, termasuk di musim 2020-2021. Salah satunya karena pernyataan Mesut Ozil yang memberi keprihatinan atas musibah yang dialami muslim Uighur di China medio Desember 2019.

"(Di China) Qur’an dibakar, masjid ditutup, sekolah-sekolah teologi Islam, madrasah dilarang, cendekiawan agama dibunuh satu per satu. Terlepas dari semua ini, Muslim tetap diam," kata Ozil di akun Instagram-nya.

Komentar di atas lantas mendapat reaksi negatif dari media China. Tak mau masuk dalam arus di atas, Arsenal selaku klub Ozil memastikan, ucapan gelandang Jerman itu bersifat pribadi, dan tak ada sangkutpautnya dengan klub.

“Konten yang diungkapkan sepenuhnya adalah pendapat pribadi Ozil. Sebagai klub sepakbola, Arsenal selalu menganut prinsip tidak terlibat dalam poltik,” tulis pernyataan resmi Arsenal yang dimuat di media sosial yang populer di China, Weibo, mengutip dari BBC.

Iklan Bawah Artikel