Masya Allah Nelayan Ini Langsung Kaya Mendadak jadi milyader, Mendapatkan Rejeki Tak Terduga

 

Mediadakwah.online - (Merdeka.com) - Sekelompok nelayan asal Yaman sukses mencuri perhatian publik. Bagaimana tidak, para nelayan tersebut mendadak menjadi kaya raya. Hal ini lantaran mereka mendapatkan harta karun saat mencari ikan.

Para nelayan tersebut menemukan bangkai paus yang mengambang di Teluk Aden, Yaman Selatan. Bukan sembarang bangkai, sebab di sana terdapat ambergris atau muntahan paus.

Tak tanggung-tanggung, muntahan paus itu ditaksir bernilai 1,1 juta poundsterling atau sekitar Rp22 miliar.

Melansir dari The Sun, Senin (7/6), simak ulasan informasinya berikut ini.

Temukan Bangkai Paus

Yaman merupakan salah satu negara yang cukup bergantung pada industri perikanan. Banyak dari warganya yang hidup dengan bekerja sebagai seorang nelayan. Namun, bisa menemukan ambergris pada bangkai paus sperma pun menjadi hal berharga bagi para nelayan.

Salah satu nelayan mengatakan, mereka mencium bau menyengat dari bangkai paus sperma yang mengambang. Bangkai tersebut ditemukan mengambang di Teluk Aden, Yaman Selatan. Mereka menyakini paus itu mempunyai sesuatu yang mungkin cukup berharga.

"Segera setelah kami mendekatinya, tercium bau yang menyengat dan kami merasa bahwa paus ini memiliki sesuatu. Kami memutuskan untuk mengaitkan paus itu, membawanya ke pantai" ujar salah seorang nelayan.

Temukan Timbunan Ambergris Hitam

Para nelayan ini kemudian membawa bangkai tersebut ke tepi pantai dan membelahnya. Tujuannya untuk memastikan apakah benar ada ambergris di perut bangkai paus sperma tersebut.

Para nelayan dibuat terkejut, timbunan besar dari lilin ambergris hitam ditemukan dalam perut bangkai. Ambergris yang biasa disebut sebagai emas mengambang ini ditemukan seberat 127 kilogram.

"Saat kami menemukan ambergris saya merasa sangat bahagia," lanjut nelayan tersebut.

Ambergris Senilai Rp22 Miliar

Harga ambergris ini cukup tinggi yakni mencapai 50.000 dollar atau sekitar Rp714 juta per kilogramnya.Zat ambergris ini diproduksi oleh paus sperma. Tujuannya untuk melindungi lapisan usus dari paruh cumi-cumi tajam yang menjadi santapan mereka.

Membagi Rata Hasil Penjualan

Para nelayan tersebut lantas memilih untuk menjual muntahan paus ke seseorang yang ada di Uni Emirat Arab. Hasil penjualan muntahan tersebut kemudian dibagi sama rata. Meskipun kelompok nelayan ini beranggotakan 35 orang.

Tak hanya dibagi untuk anggota saja, hasil penjualan ambergris ini juga dibagi ke masyarakat. Hal ini untuk membantu warga yang membutuhkan di desa mereka.

"Itu adalah harga yang tak terbayangkan. Kami semua miskin, Kami tidak pernah menyangka hal ini akan memberi kami jumlah yang sangat besar." jelas salah seorang nelayan.

[Merdeka]

Iklan Bawah Artikel