Kisah Tukang Tambal Ban Asal Boyolali, Nabung untuk Haji dari Tahun 1998, Kini Batal karena Pandemi

 


Mediadakwah.online - (Tribunsolo.com) - Seorang pria berprofesi sebagai tambal ban asal Nepen, Teras Boyolali terpaksa menunda keberangkatan haji di tahun 2021.

Pasalnya, Kementerian Agama mengumumkan kebijakan terkait pembatalan pemberangkatan jamaah haji Indonesia di tahun ini.

Pria tersebut bernama Anantono (51), Warga Dukuh Kembangsari, Nepen RT 2, RW 1 Teras Boyolali.

Pria yang biasa disapa Tono mengatakan awalnya dirinya dan sang istri, Sarmi Handayani (47) sudah mempunyai rencana untuk berangkat ke tanah suci sejak 1998.

"Awalnya di tahun 1998, saya dan istri berkeinginan untuk naik haji, saat itu saya masih bekerja supir truk di pelabuhan," kata Tono, saat ditemui TribunSolo.com dirumahnya, Jum'at (4/6/2021).

Tono menceritakan pada tahun 2002 dia pulang ke Boyolali dan bekerja sebagai tukang tambal ban di Pasar Nepen, Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali.

Penghasilan dari pekerjaan dirinya sebagai supir hingga tukang tambal ban ia tabung untuk bisa naik haji.

"Namun, tahun 2009 saya dan istri mengalami kecelakaan yang membuat salah satu kaki istri saya patah tulang," ujar Tono.

Tono mengatakan, pasca kecelakaan itu, istrinya harus menjalani operasi pemasangan pen pada tulang kakinya.

Hal ini membuat, Tono tak berani membawa istrinya, dan dirinya mendaftarkan dirinya untuk naik haji di tahun 2010.

"10 tahun kemudian, Alhamdulillah saya dipanggil untuk melakukan manasik dan persiapan untuk berangkat haji," kata Tono.

Meski dirinya sudah dipanggil untuk mempersiapkan naik haji, namun keberangkatannya ditunda karena pandemi Covid-19 memasuki Indonesia.

Penundaan dirinya untuk berangkat naik haji kembali terulang di tahun 2021, karena Kemenag RI kembali menunda pemberkatan Haji dari Indonesia.

"Meskipun ditunda, saya tetap bersyukur karena saya masih bisa mencari modal berupa taqwa kepada Allah SWT, karena taqwa berasal dari hati," tuturnya.

Ibadah Haji 2021 Dibatalkan, 753 Jemaah di Boyolali Batal Berangkat Meski Sudah Daftar 9 Tahun Lalu

Sebanyak 753 calon jamaah haji 2021 di Kabupaten Boyolali batal berangkat haji pada 2021.

Hal itu dipastikan setelah adannya Keputusan Menteri Agama (KMA) bomor 680 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H / 2021 M.

 

Kepala Kantor Kementeriantrian Agama (Kemenag) Kabupaten Boyolali, Fahrudin mengatakan pembatalan ini murni karena masih pandemi Covid-19.

"Ada 735 jamaah haji di Kabupaten Boyolali yang direncanakan berangkat di tahun ini ditunda," kata Fahrudin, Jum'at (4/6/2021).

Fahrudin mengatakan, 735 calon jamaah tersebut sudah mendaftarkan diri sejak tahun 2012.

Dia mengatakan pembatalan pemberkatan calon haji di tahun ini, bukan karena Indonesia tak melunasi hutang ke Arab Saudi .

"Penundaan pemberangkatan calon haji di tahun ini lebih karena pandemi Covid-19, bukan karena belum melunasi hutan dengan Arab Saudi," ucap Fahrudin.

Ia mengatakan calon jamaah haji yang batal berangkat di tahun 2021 akan diberangkatkan di periode depan.

Dia mengatakan pihaknya tetap mengikuti kebijakan pusat.

"Yang jelas kedepannya, kami akan mengikuti prosedur pusat," pungkasnya.

Jemaah Haji Indonesia 2021 Batal Diberangkatkan, Inilah 11 Negara yang Boleh Masuk Arab Saudi

Indonesia resmi tidak memberangkatkan jemaah haji 1442 H/2021 M.

Seruan ini disampakan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang memastikan pemerintah tidak memberangkatkan jemaah haji Indonesia.

Yaqut telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M.

Yaqut menegaskan, keputusan ini sudah melalui kajian mendalam. Kemenag sudah melakukan pembahasan dengan Komisi VIII DPR pada 2 Juni 2021.

Menurutnya, di tengah pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) yang melanda dunia, kesehatan, dan keselamatan jiwa jemaah lebih utama dan harus dikedepankan.

“Karena masih pandemi dan demi keselamatan jemaah, Pemerintah memutuskan bahwa tahun ini tidak memberangkatkan kembali jemaah haji Indonesia,” ujar Yaqut dalam konferensi pers di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis (3/6/2021).

Mencermati keselamatan jemaah haji, aspek teknis persiapan, dan kebijakan yang diambil oleh otoritas pemerintah Arab Saudi, Komisi VIII DPR dalam simpulan raker tersebut juga menyampaikan menghormati keputusan yang akan diambil Pemerintah.

"Komisi VIII DPR dan Kemenag, bersama stake holder lainnya akan bersinergi untuk melakukan sosialisasi dan komunikasi publik yang baik dan masif mengenai kebijakan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1442 H/2021 M," tutur Yaqut.

Dalam konferensi pers ini hadir pula Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto, serta sejumlah perwakilan dari Kemenkes, Kemenlu, Kemenhub, BPKH, Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah, Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah, serta perwakilan dari MUI dan Ormas Islam lainnya.

Seperti diketahui, Indonesia hingga saat ini belum mendapatkan izin masuk dari Pemerintah Arab Saudi.

Arab Saudi Izinkan Masuk 11 Negara

Arab Saudi telah mencabut pembatasan perjalanan dari 11 negara mulai Minggu (30/5/2021).

Sebelumnya Arab Saudi memberlakukan pelarangan terhadap sejumlah negara untuk mencegah penyebaran virus corona.

Dikutip dari Arab News (30/5/2021), berikut 11 negara yang telah dicabut larangan pembatasannya:

Uni Emirat Arab

Jerman

Amerika Serikat

Irlandia

Italia

Portugal

Inggris

Swedia

Swiss

Perancis

Jepang.

Dari 11 negara tersebut, Indonesia tidak termasuk.

[Tribunsolo] 

Iklan Bawah Artikel