Kisah Raja Rampok Ini Mendengar Al-Quran Langsung Bertobat dan Menjadi Ulama

 

Mediadakwah.online - Preman identik dengan tindak kehajatan kriminalitas. Begitu juga dengan Fudhail bin Iyadh biasa merampok di jalan bahkan dilakukan hanya seorang diri. Namun siapa mengira dalam perjalanan hidupnya dia justru menjadi seorang ulama.

Dalam suatu aksinya di malam hari, Fudhail bin Iyadh berniat untuk merampok. Benar saja saat, dia bertemu dengan satu kafilah yang pulang kemalaman. Di antara sesama pedagang dalam kafilah itu berkata, “Sebaiknya kita menginap di desa ini saja, karena di depan sana ada seorang perampok, orang biasa dipanggil Al-Fudhail.”

Seketika itu Fudhail mendengar pembicaraan mereka, maka gemetarlah ia. Lalu Fudhail berkata, “Wahai rombongan pedagang, aku inilah yang bernama Fudhail, silahkan Anda semua meneruskan perjalanan. Demi Allah, sejak saat ini aku berniat tidak akan lagi berbuat maksiat kepada Allah.” Lalu Fudhail kembali ke rumah urung melaksanakan niat jahatnya.

Melansir laman Kisahmuslim disebutkan, menurut riwayat lain, pada malam itu serombongan tamu bermalam di rumah Fudhail. Sementara Fudhail berkata, “Sekarang kalian aman dari gangguan Fudhail.” Bahkan malam itu Fudhail berkali kali menemui mereka menghidangkan makanan. Tiba-tiba Fudhail mendengar seseorang membaca ayat,

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.” (QS. Al-Hadid: 16)

Fudhail menjawab, “Benar, telah tiba waktunya.” Semenjak itulah dia bertobat.

Catatan: Mengutip 99 Kisah Orang Shalih, Muhammad bin Hamid Abdul Wahab, Darul Haq, Cetakan: 5 Shafar 1430/2009.

[Okezone]

Iklan Bawah Artikel