Kisah Mualaf, Serangan Jantung Membawa Nate Nader Masuk Islam

 

Mediadakwah.online - Sahijab – Nate Nader adalah salah satu dari sekitar 100 Muslim yang tahun ini mengikuti Ramadhan di Jackson Islamic Center, Michigan. Kisah Nader menjadi seorang mualaf cukup tragis, karena disebabkan oleh serangan jantung yang dialaminya.

Bagaimana pun, hidayah bisa datang kapan saja dan dalam kondisi yang tidak pernah bisa dibayangkan. Nader pun menceritakan bagaimana dirinya memeluk agama islam, setelah pengalaman yang tidak menyenangkan dalam hidupnya ia rasakan.

Dikutip Sahijab dari Jackson Sun, Nader saat ini tinggal di sebuah rumah yang dibayar oleh komunitas Muslim Jackson. Ini karena ketidakmampuannya untuk bekerja dan menghasilkan uang akibat serangan jantung yang telah melumpuhkan sebagian organnya.

Kisah Nate Nader Mualaf

Nader awalnya lahir dari kepercayaan Yahudi di Palestina, yang dikelilingi oleh berbagai agama seperti Yudaisme, Kristen dan Islam. Tumbuh di Timur Tengah ia mampu berbicara bahasa termasuk Aram, Arab dan Ibrani. Dia sering mendengar anggota keluarga yang berbicara buruk tentang Islam. 

Sepanjang masa mudanya, dia mengunjungi keluarganya di Amerika Serikat dan pada usia 20 tahun, dia pindah ke Chicago, Illinois, untuk menerjemahkan berbagai gereja di seluruh kota.   

Setelah bekerja sebagai penerjemah selama beberapa tahun, ia pindah ke Texas untuk bekerja sebagai agen perjalanan. 

"Saya mulai berkeliling Amerika Serikat, dan saya menyukainya, dan saya ingin melihat lebih banyak negara dan lebih banyak tempat," kata Nader.

Selain menjadi penerjemah dan wiraniaga, ia juga bekerja di bisnis restoran. Pekerjaan restoran pertamanya di Texas adalah di sebuah restoran Italia. 

"Saya masuk sebagai juru masak, dan karena perhatian dan kebersihan saya, saya dipromosikan menjadi manajer dapur dalam waktu satu tahun," kata Nader.

Nader bekerja di bisnis restoran, bergaul dengan juru masak, bartender, dan menjalani kehidupan dengan minum dan berpesta.

Ketergantungan Nader terhadap alkohol membuatnya masuk penjara. Dan setelah dibebaskan, dia kembali ke kebiasaan lamanya dan terus minum alkohol. 

Takdir berkata lain, dia pingsan, dan ambulans datang untuk menjemputnya. Kemudian dibawa langsung ke ruang operasi di mana tim dokter langsung melakukan operasi jantung bypass tiga kali lipat. 

Akibat serangan jantung, Nader mengalami cacat, karena tubuhnya tidak dapat pulih sepenuhnya. Selama empat bulan, Nader berada di panti jompo, karena sulit pulih ditambah biaya di rumah sakit dan unit perawatan intensif (ICU) yang cukup mahal.

"Mereka membawa saya dari rumah sakit ke panti jompo. Saya tidak bisa bergerak. Saya hanya duduk di sana di atas mesin," lanjutnya.

Setelah berbulan-bulan, dia akhirnya bisa bangkit kembali dan dibantu komunitas Muslim di Virginia. Bahkan mereka membayar semua tagihan medisnya. 

"Jika bukan karena komunitas Muslim di Virginia, saya tidak akan berhasil," kata Nader. 

Setelah dikeluarkan dari panti jompo, ia bersama komunitas Muslim di Virginia selama tujuh bulan. Mereka tidak hanya membantunya secara finansial dan fisik, tetapi mereka juga membantunya dipindahkan kembali ke Jackson.

Sekarang Nader menerima Jaminan dan Asuransi Sosial Disabilitas, namun tidak cukup untuk menutupi biaya bulanan. Komunitas muslim membantunya dengan menutupi sisa biaya sewa, utilitas dan transportasi.

"Jika bukan karena saya menjadi seorang Muslim, saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan. Tapi saya yakin, Allah akan memberikan jalan," tegasnya.[sahijab]

Iklan Bawah Artikel