Keberkahan Waktu Pagi dan Amalan yang Diajarkan Nabi

 

Mediadakwah.online - Keberkahan waktu pagi hendaknya tidak diabaikan kaum muslimin. Islam memberi perhatian khusus pada waktu pagi karena merupakan permulaan hari dan dimulainya segala aktivitas.

Mengapa waktu pagi begitu berkah? Alasannya karena di waktu itu turun limpahan kebaikan dari Allah. Bahkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam memanjatkan doa khusus bagi umatnya di waktu pagi.

Untuk diketahui, keberkahan adalah kebaikan melimpah yang datangnya dari Allah 'Azza wa Jalla.

وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ الْمُؤْمِنِينَ مَقَاعِدَ لِلْقِتَالِ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang." (QS Ali Imran [3]: 121)

Waktu pagi adalah momen paling berkah yang apabila seorang melewatkannya begitu saja maka ia akan kehilangan banyak kebaikan. Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, Nabi shallallhu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dua rakaat sholat Fajar (sebelum Subuh) lebih baik dari pada dunia dan seisinya." (HR Muslim)

Ketika Rasulullah pulang sholat Shubuh dari Masjid Nabawi, beliau menasihati putrinya Fathimah Az-Zahra radhiyallahu 'anha. Beliau bersabda: "Wahai anakku, bangunlah. Saksikanlah rezeki Tuhan-mu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai, karena Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya antara terbit fajar dengan terbit matahari." (HR Imam Ahmad dan Al-Baihaqi)

Rasulullah SAW sangat menaruh perhatian di waktu pagi hingga beliau memanjatkan doa kepada Allah:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

"Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya."

Berikut amalan pagi hari sebagaimana disampaikan Habib Quraisy Baharun dalam kajiannya.

1. Berdoa seusai sholat Subuh

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma inni as aluka 'ilman naafi’aa wa rizqan toyyiban wa 'amalan mutaqabbalaa.

"Ya Allah, sungguh aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima." (HR. Ibnu As-Sunni dan Ibnu Majah)

2. Doa yang Dibaca Rasululah Ketika Memasuki Pagi

Abu Hurairah juga meriwayatkan doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika pagi hari sebagaimana dikutip oleh Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, halaman 63:

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Allahumma bika ashbahna, wa bika amsaina, wa bika nahya, wa bika namutu, wa ilaikan nusyuur.

 

"Ya Allah, dengan-Mu aku memasuki pagi hari, dengan-Mu aku memasuki sore hari. Dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati. Hanya kepada-Mu (kami) kembali." (HR Abu Dawud, At-Turmudzi, Ibnu Majah, dan lainnya)

3. Doa yang Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud

Imam An-Nawawi mengutip doa pagi Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud berikut ini:

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الملْكُ للهِ، وَالحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الملْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الكَسْلِ وَسُوْءِ الكِبَرِ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي القَبْرِ

Ashbahna wa ashbahal mulku lillahi wal hamdu lillahi, la ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir. Rabbi, as'aluka khaira ma fī hadzihil lailata wa khaira ma ba'daha, wa a'udzu bika min syarri ma fī hadzihil lailata wa khaira ma ba'daha. Rabbi, a‘udzu bika minal kasli wa su'il kibari. A'udzu bika min 'adzabin fin naari wa 'adzabin fil qabri.

"Kami dan kuasa Allah berpagi hari. Segala puji bagi Allah. Tiada tuhan selain Allah yang maha esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kuasa dan puji. Dia kuasa atas segala sesuatu. Tuhanku, aku memohon kepada-Mu kebaikan malam ini dan malam sesudahnya. Aku memohon perlindungan-Mu kejahatan malam ini dan malam sesudahnya. Tuhanku, aku memohon perlindungan-Mu dari kemalasan dan kedaifan masa tua. Aku memohon perlindungan-Mu dari siksa neraka dan siksa kubur." (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 64).

Para Salafus Saleh berkata: "Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya." Rasulullah, tidak menjumpai pagi melainkan bergegas dalam beraktivitas. Semoga kita termasuk orang yang mendapatkan keberkahan di waktu pagi. Aamiin.

Wallahu A'lam

[Sindonews]

Iklan Bawah Artikel