Inikah Fakta Arab Saudi Tak Mengizinkan Calon Jamaah Haji Indonesia ke Tanah Suci?

 

Mediadakwah.online - (Okezone.com) Jakarta - Hingga saat ini, Arab Saudi belum juga memberikan informasi kepastian soal ibadah haji 2021  apakah jamaah calon haji asal Indonesia dapat diberangkatkan ke Tanah Suci dan berapa kuota jamaah yang didapatkan Indonesia. Pemerintah Arab Saudi justru memberikan dua informasi yang membuat pemrintah dan publik di Indonesia menjadi bertanya- tanya.

Informasi yang disampaikan Arab Saudi itu yakni pertama, berdasarkan informasi resmi dari Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi melalui akun Twitter @MOISaudiArabia ada 11 negara yang mendapat izin masuk ke Arab Saudi yaitu: Inggris, Irlandia, Italia, Jepang, Jerman, Prancis, Portugal, Swedia, Swiss dan Uni Emirat Arab.

Menteri Agama  (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mempertanyakan kriteria negara untuk dapat izin masuk ke Arab Saudi. Sebab Indonesia hingga kini masih berada dalam masa penangguhan izin masuk dari otoritas penerbangan di Arab Saudi bersama delapan negara lainnya yaitu Afrika Selatan, Argentina, Brasil, India, Lebanon, Mesir, Pakistan dan Turki.

"Jadi saya belum tahu kriteria yang digunakan Saudi," ujar Menag dikutip dalam laman resmi Kemenag, Rabu (2/5/2021).

Baca juga : Dituding Penjilat Penguasa, Ustaz Yusuf Mansur: Saya Punya Harga Diri

Kedua, informasi yang disampaikan pemerintah Arab Saudi yakni soal jenis vaksin Covid-19.  Pemerintah Arab Saudi sampai saat ini belum memasukkan vaksin Sinovac sebagai daftar vaksin yang 'diakui' untuk calon jamaah haji. Sementara pemerintah Indonesia menggunakan Sinovac termasuk untuk calon jamaah haji.

Sementara Menteri BUMN, Erick Thohir meminta, agar pemerintah Arab Saudi terbuka tentang hal ini. Saudi diminta membuka diri perihal syarat pelaksanaan ibadah haji dan umroh di Tanah Suci. Permintaan tersebut seiring dua jenis vaksin Covid-19 yang digunakan mendapat sertifikasi atau Emergency Use Authorization (EUA) dari World Health Organization (WHO).

Keduanya adalah vaksin Sinovac yang diproduksi oleh Sinovac Biotech Ltd dan Sinopharm yang diproduksi oleh Beijing Bio-Institute of Biological Products Co Ltd.

[Okezone]

Iklan Bawah Artikel