Bagaimana Hukumnya Sholat dengan Mengenakan Celana dan Baju Lengan Panjang Digulung?

 

Mediadakwah.online - Bagaimana hukumnya jika saat sholat celana dan baju lengan panjang digulung atau dilipat. Pertanyaan ini terlontar dalam sebuah kajian yang diasuh Ustadz Abu Abdurrahman bin Muhammad Suud al Atsary. Lantas bagaimana penjelasannya?

Hal pertama, yang harus  dilakukan adalah memotong celana yang panjangnya hingga melebihi mata kaki. Ikutilah sunah sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW dan di sana ada kebahagiaan dan keselamatan.

Kedua, dengan menggulung pakaian maka akan terkena dalil berikutnya, yakni larangan menggulung kain dalam sholat.

Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku diperintahkan untuk bersujud pada tujuh anggota badan, kening -dan beliau menunjuk dengan tangannya pada hidungnya-, kedua tangannya, dan kedua kakinya, serta ujung kedua telapak kakinya. Dan kami tidak (boleh) menahan pakaian dan rambut". [HR. Bukhari no.812 dan Muslim no. 490].

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: "Para Ulama telah sepakat atas larangan dari sholat, sedangkan pakaiannya atau lengannya tergulung atau (rambut) kepalanya terjalin (mengikat rambut) atau rambutnya tertutupi di bawahnya sorban atau yang semisal itu, maka semuanya ini terlarang dengan kesepakatan ulama. Dan hal itu merupakan makruh tanzih (tidak sampai pada haram). Maka jika dia sholat dengan demikian sungguh dia telah berbuat buruk, akan tetapi sholatnya tetap sah". (Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim karya Al-Imam An+Nawawi 4/209)

Ketiga, celana terutama jeans  yang dipakai untuk sholat tidak memenuhi kriteria pakaian syar'i, karena ketatnya dan membentuk tubuh. Maka, kami tidak menyarankan memakai jeans. Belilah syirwal, hal itu lebih syar'i dan lebih murah dari jeans.

[Okezone]

Iklan Bawah Artikel