Artis Baru Tobat Diingatkan Jangan Mudah Berkhutbah Memberi Fatwa

 

Mediadakwah.online - Artis baru tobat, artis hijrah dengan mudahnya memberi fatwa, dengan mudahnya berkhutbah memberi ceramah. Padahal baru sekedar baca-baca buku terjemahan tanpa berguru, baru sekedar pernah naik haji dan baru sekedar pernah tinggal di Arab saudi saja.

Ustaz dr Raenul Bahraen mengingatkan hal ini banyak terjadi saat ini. Semeestinya orang yang baru saja hijrah diberi taufik agar belajar dahulu dari dasar dengan proses serta menghindari ingin segera tampil sebagai orang berilmu

Dalam akun Instagramnya@ raehanul_bahraen pada Selasa (15/6/2021) mencontohkan, ketika menerapkan ilmu, seorang dokter jika ingin menerapkan ilmunya kepada pasien, maka dia harus belajar dahulu dengan lama sekitar 6 tahun lebih untuk mendapat gelar dokte dan iharus melalui beberapa tahap.

1. Belajar ilmu teori

2. Belajar prkatek dengan manekin (boneka untuk praktek)

3. Belajar praktek dengan pasien sehat terlatih

4. Belajar praktek dengan pasien sakit dengan bimbingan

5. Praktek mandiri

Akan tetapi untuk ilmu agama, maka orang dengan mudahnya  menjadi ustadz, dengan mudahnya menjadi rujukan pertanyaan dalam masalah agama, dengan mudahnya memberikan fatwa dengan mudahnya menjadi khatib dan penceramah.

"Padahal ia adalah artis baru taubat, ia baru sekedar baca-baca buku terjemahan tanpa berguru, ia baru sekedar pernah naik haji, baru sekedar pernah tinggal di Arab saudi saja," tulisnya.

 Mari bandingkan untuk ilmu kedokteran jelas fia harus menguasainya, jika tidak maka dia bisa melakukan mal praktek dan bisa merugikan pasien dan bahkan bisa dituntut jika melakukan kecerobohan.

Dalam hadits disebutkan:

“Barang siapa yang melakukan pengobatan dan dia tidak mengetahui ilmunya sebelum itu maka dia yang bertanggung jawab.”(HR. An-Nasa’i)

Begitu juga dengan ilmu agama, seseorang harus belajar dahulu dengan waktu yang tidak pendek. Ia butuh waktu yang lama agar bisa menjadi seorang ustadz yang akan membimbing masyarakat untuk memahami agama. Sebagaimana perkataan imam Syafi'i

Dan jika salah dalam memahami dan menyampaikan agama atau mal praktek dalam agama, maka dampaknya sangat berbahaya, bisa menyesatkan orang banyak dan berkata-kata atas nama Allah tanpa ilmu yan merupakan dosa terbesar, bahkan diatas dosa kesyirikan.

[aslinya]

Iklan Bawah Artikel