5 Pesepak Bola Dunia Kariernya Moncer Setelah Masuk Islam, No 5 Dari Indonesia

 

Mediadakwah.online - (Okezone.com) - Ajang bergengsi benua biru Piala Eropa 2021 sebentar lagi akan dimulai.  24 negara terbagi dalam enam grup akan memperlihatkan skill dan ketajamannya. Tapi tahukah ada sejumlah pesepak bola yang menjadi mualaf setelah itu karirnya moncer. Nah, berikut ini 5 pesepak bola, termasuk dari Indonesia yang memutuskan memeluk agama Islam.

1. Eric Abidal

Eric Abidal menjadi mualaf tak lama setelah menikahi perempuan asal Aljazair, Heyet Kebir, pada 2007. Sebelum menjadi mualaf, Eric Abidal hanya bermain di klub Liga Prancis, Olympique Lyon.

Setelah menjadi mualaf, Eric Abidal diboyong Barcelona pada musim panas 2007. Bersama Barcelona itulah, Eric Abidal kebanjiran trofi. Tercatat dalam periode tersebut, Barcelona memenangkan 15 trofi. Hal itu termasuk raihan enam gelar dalam setahun yang disabet Barcelona pada 2009.

Abidal pun tak hanya numpang lewat saat itu, melainkan menjadi fullback kiri maupun bek tengah andalan Barcelona. Bahkan ia dipercaya menjadi orang pertama yang mengangkat piala saat Barcelona menjuarai Liga Champions 2010-2011.

2. Franck Ribery

Franck Ribery memutuskan menjadi mualaf pada 2002. Ia memilih agama Islam setelah menikahi sang kekasih yang berpaspor Aljazair, Wahiba Belhami. Setelah memutuskan menjadi mualaf, rezeki besar pun menghampiri Ribery.

Perlahan-lahan Ribery dipercaya masuk Timnas Prancis. Ia pun membantu Prancis lolos ke final Piala Dunia 2006, meski akhirnya kalah adu penalti dari Italia. Semusim setelah membawa Prancis lolos ke final Piala Dunia 2006, Ribery diboyong Bayern Munich.

Tercatat selama 12 tahun (2007-2019) membela Bayern Munich, Ribery mengoleksi 124 gol dan 182 assist dari 425 pertandingan di semua kompetisi. Berkat gol dan assist dari Ribery, Bayern Munich memenangkan 23 gelar, dan satu di antaranya merupakan trofi Liga Champions. Bahkan jika tidak dikalahkan secara kontroversial, Ribery berhak memenangkan trofi Ballon dOr dan gelar pemain terbaik dunia 2013.

3. Paul Pogba

Paul Pogba memilih masuk agama Islam pada 2012. Semenjak menjadi mualaf, Paul Pogba mengaku mendapatkan ketenangan.

“Anda perlu sholat lima waktu sehari. Itu (sholat t) adalah salah satu kewajiban paling utama dalam Islam dan Anda wajib melaksanakannya. Sholat  adalah tiang agama,” kata Pogba.

Semenjak memeluk agama Islam, karier Pogba pun meroket. Pogba menjadi pemain andalan Juventus saat meraih empat trofi Liga Italia secara beruntun.

Performa impresif di atas, membuat Manchester United tertarik membawa pulang Paul Pogba yang notabene pemain jebolan akademi mereka. Karena itu, pada musim panas 2016 Pogba digaet Man United dengan memecahkan rekor transfer dunia, yakni 105 juta euro (Rp1,8 triliun).

4. Nicolas Anelka

Nicolas Anelka memutuskan masuk agama Islam di usia yang sangat muda, yakni 16 tahun. Ketika itu Anelka memilih menjadi mualaf pada 1995, atau satu tahun sebelum turun di persepakbolaan profesional bersama Paris Saint-Germain (PSG).

Kehebatan Anelka dalam mengolah si kulit bulat sudah diakui sejak usia muda. Pada musim panas 1999 atau ketika Anelka baru berusia 20 tahun, ia sudah dinobatkan sebagai pemain termahal di dunia. Saat itu, Real Madrid memecahkan rekor transfer dunia setelah membelinya dari Arsenal seharga 35 juta euro (Rp600,8 miliar).

Anelka cukup sukses selama menjadi pesepakbola profesional. Meski kerap bergonta-ganti klub, Anelka pernah memenangkan trofi Liga Champions 1999-2000 bersama Real Madrid, Liga Inggris 2009-2010 bareng Chelsea dan Liga Italia 2012-2013 ketika berseragam Juventus.

5. Cristian Gonzales

Cristian Gonzales menjadi mualaf pada 9 Oktober 2003. Ia menjadi mualaf setelah menikahi perempuan asal Indonesia, Eva Nurida Siregar. Semenjak menjadi mualaf, Cristian Gonzales memiliki nama Islam yakni Mustafa Habibi.

Semenjak memeluk agama Islam, karier penyerang kelahiran Uruguay ini meningkat pesat. Tercatat setelahnya, Cristian Gonzales tiga kali menjadi top skor Liga Indonesia, tepatnya pada 2005, 2006 dan 2007-2008.

Tidak hanya bersinar di level individu, Cristian Gonzales juga bersinar di level tim. Ia membawa Persik Kediri juara Liga Indonesia 2006. Di partai puncak, gol tunggal kemenangan 1-0 Persik Kediri atas PSIS Semarang dibuat Cristian Gonzales via sundulan.

Kemudian pada November 2010, Cristian Gonzales resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Ia pun membantu Timnas Indonesia lolos ke final Piala AFF 2010, meski akhirnya kalah agregat 2-4 dari Malaysia.

[Okezone]

Iklan Bawah Artikel