Pendeta Yahudi Dibuat Takjub Melihat Nabi Muhammad SAW, saat Berusia 12 Tahun

 

Mediadakwah.online – (okezone.com) – Pendeta Yahudi, Buhaira takjub melihat Nabi Muhammad SAW saat usianya masih sangat belia yakni 12 tahun. Ketika itu, Nabi Muhammad SAW berusia 12 tahun ikut bersama pamannya, Abu Thalib berdagang ke Bushra, wilayah antara Syam dengan Hijaz.

Saat itu, beliau bertemu dengan seorang pendeta Yahudi bernama Buhaira. Nah saat bertemu itulah Buhaira merasa takjub melihat Nabi Muhammad SAW dan mengatakan melihat kenabian di dalam diri Rasulullah.

Dilansir dari video milik akun YouTube Kisah Islami, Sabtu (20/2/2021), pada musim panas di tahun 582 Masehi, Abu Thalib berencana melakukan perjalanan dagang ke Syam. Muhammad kecil saat itu meminta untuk ikut serta bersama pamannya tersebut.

Bagi para kafilah, Bushra merupakan pusat perdagangan yang ramai sebelum tiba di Syam. Di daerah ini pula ada seorang pendeta terkenal bernama Buhaira. Kafilah Abu Thalib memutuskan untuk beristirahat sebentar tak jauh dari rumah ibadah milik Buhaira.

Sementara itu, dikediaman Buhaira, dia merasa bingung karena awan selalu mengikuti kafilah Abu Thalib, seakan-akan melindunginya. Karena penasaran, ia mengundang kafilah Abu Thalib ke rumahnya.

Semua orang dari kafilah itu masuk ke dalam rumah Buhaira, kecuali Nabi Muhammad SAW. Hal ini karena beliau bertugas menjaga perbekalan kafilah. Namun, setelah itu, Muhammad diajak masuk dan menikmati makanan yang dihidangkan Buhaira.

Baca juga : Kisah Bob Mantan Rabi Yang Putuskan Jadi Mualaf Setelah Belajar Halal-Haram Produk Makanan

Setelah selesai makan, Buhaira bertanya banyak hal kepada Muhammad. Mulai dari postur tubuh hingga posisi tidurnya. Setelah melihat tanda kenabian di punggung Muhammad, Buhaira menghampiri Abu Thalib.

Buhaira mengatakan kepada Abu Thalib bahwa keponakannya itu merupakan nabi terakhir penerus Nabi Isa AS, ialah utusan Allah SWT bagi penduduk bumi. Lantas Buhaira meminta Abu Thalib untuk kembali ke Mekkah, karena Syam dirasa tidak aman. Buhaira khawatir, kaum Yahudi yang telah mendengar kabar ini, sedang mengincar Muhammad.

Benar saja, tak lama setelah itu tiga pemuda Yahudi datang menghampiri Buhaira. Mereka menanyakan keberadaan pria yang ciri-cirinya mengacu pada Nabi Muhammad SAW. Namun, Buhaira mengatakan bahwa pria itu memiliki Tuhan Allah SWT, yang tidak akan mampu dikalahkan siapapun.

[okezone]

Iklan Bawah Artikel