Kertas Berisi Ayat Alquran Digunakan Membungkus, Bolehkah?

 

Mediadakwah.online - (Republika.co.id), JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis), Ustaz Jeje Zaenudin menjelaskan ihwal bagaimana memperlakukan tulisan ayat suci Alquran pada lembaran kertas seperti koran, majalah, atau sejenisnya. Sebab tak jarang, sebagian masyarakat ada yang menggunakannya untuk membungkus sesuatu.

Dia mengatakan, ada tiga hal yang penting diketahui terkait itu. Pertama, dia menerangkan, boleh menuliskan ayat Alquran di tempat yang suci. Sebab di masa awal Islam, para Sahabat Rasulullah SAW menulis ayat Alquran di lembaran kulit hewan, lempengan batu, kulit pohon, dan kain.

"Karena belum terdapat kertas khusus, boleh menulis Alquran di tempat suci. Ini hukum pertama," tuturnya kepada Republika.co.id, Ahad (30/5).

Kedua, lanjut Ustaz Jeje, kalau kemudian benda yang dipakai untuk menulis Alquran digunakan untuk membungkus benda lain yang juga suci dan bersih, serta layak disimpan di tempat yang suci dan bersih, itu dibolehkan.

Baca juga : Difitnah Dana Bantuan Palestina, Ustaz Adi Hidayat Banjir Dukungan di Medsos

Ketiga, Ustaz Jeje menjelaskan, jika lembaran kertas yang berisi tulisan Alquran itu difungsikan untuk membungkus sesuatu yang najis, atau lembaran tersebut ditempatkan di tempat yang bisa kena najis yang tidak layak dan kotor, maka ada sebagian ulama yang memakruhkan dan bahkan mengharamkannya.

"Jadi jika untuk membungkus lalu ditaruh di plastik, lalu dijinjing, selama isinya bersih, alat yang dipakai untuk menulisnya juga bersih, ditempatkan di tempat yang layak, Insya Allah. Karena, cuplikan satu ayat Alquran tidak mencerminkan mushaf keseluruhan," tuturnya.

Namun, Ustaz Jeje juga melanjutkan, jika kertas berisi ayat Alquran itu sudah tidak dipakai, para ulama menyarankan agar memusnahkannya dengan membakar sehingga tidak terinjak-injak dan tidak bercampur dengan yang najis.

"Atau dimusnahkan dengan cara lain misalnya dengan dicuci (direndam) dengan air agar menjadi hancur dan tidak menjadi kalimat-kalimat Alquran lagi," terangnya.

[Republika]

Iklan Bawah Artikel