Baru 2 bulan nikah, gini firasat istri Serda Pandu Yudha sebelum KRI Nanggala tenggelam: Rabu subuh saya nangis

 

Mediadakwah.online - (hops.id) Mega Dian Pratiwi, istri salah satu awak kapal KRI Nanggala-402, Serda Pandu Yudha menceritakan firasat yang ia rasakan sehari sebelum kapal buatan jerman tersebut dinyatakan tenggelam. Kisah itu diceritakan langsung oleh Mega saat hadir dalam acara Mata Najwa belum lama ini.

Najwa Shihab pun tak bisa membayangkan bagaimana sedihnya Mega yang ditinggal selama-lamanya oleh sang suami yang baru menikah dengannya dua bulan lalu. Seperti apa cerita istri Serda Pandu Yudha? Simak ulasan berikut.

Istri Serda Pandu Yudha

Tenggelamnya KRI Nanggala-402 yang mulai hilang kontak sejak Rabu, 21 April 2021 di perairan Utara Bali masih menyisakan duka mendalam untuk masyarakat Indonesia, khususnya keluarga tercinta. Termasuk Mega Dian Pratiwi, istri salah satu awak kapal, Serda Pandu Yudha yang baru menikah dengan suaminya dua bulan lalu.

Dengan suara bergetar, Mega menceritakan bagaimana hubungannya dengan Serda Pandu hingga akhirnya resmi menikah pada Feburari 2021 lalu. Kata Mega, dia dan Serda Pandu merupakan teman sejak duduk di bangku SMA. Saat menikah, Serda Pandu sudah menjadi petugas di awak kapal KRI Nanggala.

“Tanggal 24 Februari 2021, teman SMA (sama suami),” kata Mega Dian Pratiwi dalam YouTube Najwa Shihab.

Baca juga : Koh Hanny Kristianto : Kisah Mualaf Pemikul Salib Penginjil, Dulu Pembenci Kini Pecinta Islam

Semasa hidupnya, Serda Pandu diceritakan sering bercerita tentang risiko menjadi seorang awak di sebuah kapal selam.

“Sudah bercerita suka duka dan risiko yang akan terjadi. Tentang keseharian saat tugas, kemudian banyak hal (yang diceritakan) kalau cerita takut enggak kuat. Kalau risikonya sudah pasti seperti itu yang diceritakan,” ungkapnya.

Firasat Mega sehari sebelum KRI Nanggala dinyatakan tenggelam

Percakapan via WhatsApp antara Mega dan Serda Pandu juga viral di media sosial. Kata Mega, dirinya terakhir melakukan komunikasi dengan suaminya pada Selasa, 20 April 2021 sekitar pukul dua dini hari. Serda Pandu Yudha mengaku kalau ia hanya menjalani latihan torpedo saat berlayar terakhir kali.

“Terakhir (komunikasi sama suami) hari Selasa jam 2 dini hari, udah berlayar, sudah latihan. (Terakhir ketemu) dua minggu yang lalu. Bercerita berlayar kali ini hanya latihan,” ujarnya.

Memang sehari sebelum KRI Nanggala dinyatakan tenggelam, Mega sudah merasa gelisah dan tidak bisa tidur. Saat Rabu pagi, ia tiba-tiba menangis karena memiliki firasat kalau suaminya akan berpatroli selamanya.

“Memang hari selasa saya tidak bisa tidur tiba-tiba gelisah memikirkan suami, sampai rabu subuh saya nangis. Tapi hanya ada firasat kalau misalkan akan terjadi terjadi hal seperti itu,” pungkas Mega Dian Pratiwi, istri Serda Pandu Yudha.

Baca juga : Tengah Hamil Tua saat Suami Gugur di KRI Nanggala 402, Kini Endik Mufidatul Lahirkan Bayi Perempuan

Lewat akun TikTok @megdhi, Mega banyak mengunggah kenangan saat menghabiskan waktu bersama suaminya. Termasuk saat melakukan upacara tabur bunga dari seluruh keluarga kru kapal KRI Nanggala 402 di atas KRI dr Soeharso, dekat laut Bali, Jumat, 30 April 2021. Upacara tabur bunga ini dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.

“Semoga aku bisa melewati hari hari berat ini tanpamu,” tulis Mega Dian Pratiwi, istri Serda Pandu Yudha.

>>>> Lihat artikel asli

Iklan Bawah Artikel