Pengakuan Lia Eden ke MUI: Dikawal Malaikat Jibril, Dikecewakan Ulama

 

Mediadakwah.online - (Terkini.id) – Nama Lia Eden kembali muncul ke publik usai wanita yang mengaku bertemu dengan Malaikat Jibril tersebut dikabarkan meninggal dunia pada Jumat 9 April 2021.

Salah satu yang fenomenal dan kontroversial dari Lia Eden yakni pernyataannya yang mengaku telah dibimbing dan dikawal oleh Malaikat Jibril.

Lantaran pengakuannya itulah, Lia Eden pada tahun 1997 silam dinilai meresahkan umat Islam dan harus berurusan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Usai mengaku bertemu dengan Malaikat Jibril, Lia Eden harus menjelaskan di sidang Komisi Fatwa MUI.

Kala itu, MUI memfatwa ajaran Lia Eden itu sesat menyesatkan melalui Fatwa Nomor: Kep-768/MUI/XII/1997 tentang Malaikat Jibril mendampingi Manusia.

Ia pun memberi penjelasan ke MUI pada 4 November 1997. Lia Eden menjelaskan kepada Sekretaris Komisi fatwa MUI bahwa dirinya benar didampingi dan mendapat ajaran dari Malaikat Jibril.

Penegasan itu disampaikan pula oleh Lia Eden dalam sidang Komisi Fatwa MUI 11 Nopember 1997.

Dalam sidang komisi fatwa tersebut, Lia Eden menyampaikan kronologi bisa mendapat bimbingan dari Malaikat Jibril.

Selain itu, Lia Eden di hadapan MUI juga mengaku dikecewakan dua ulama yakni Nur Muhammad Iskandar dan KH Zainuddin MZ.

Mengutip Hops.id, berikut ini sejumlah pengakuan Lia Eden di hadapan sidang fatwa MUI sebagaimana dikutip dari dokumen Fatwa MUI.

1. Setelah merasa dikecewakan oleh sikap Anton Medan dan dua kiai (Nur Muhammad Iskandar dan Zainuddin MZ) mengenai masalah Yayasan At Ta’ibin, Ibu Lia setiap malam menangis dan mengadu kepada Allah tentang ketidakadilan dan kebenaran yang dirasakannya tidak ada. Ibu Lia -yang mengaku sangat awam dalam bidang agama Islam- pada suatu malam mengalami suatu peristiwa: seluruh badan bergetar, keringat bercucuran, tetapi ia merasa kedinginan.

2. Esok harinya tiba-tiba ia bisa melihat segala sesuatu (misalnya ia dapat mengetahui bahwa sebuah mobil yang dilihatnya adalah hasil korupsi) dan dapat mengobati berbagai penyakit.

3. Setelah itu, ia didatangi oleh makhluk gaib yang kemudian mendampinginya serta memberikan ajaran dan tuntunan agama Islam. Makhluk itu kemudian diketahui (mengaku) sebagai malaikat bernama Habib Al Huda.

4. Pada suatu hari, seorang pasien bernama Indra yang menurut Ibu Lia, kasyaf jin memberitahukan bahwa pendamping Ibu Lia adalah Malaikat Jibril. Kemudian di hari lain, datang lagi seseorang yang memberikan kesaksian serupa. Dan ketika Ibu Lia bertanya kepada pendampingnya tentang kebenaran kesaksian dua orang tersebut, pendamping itu membenarkan dan mengaku bahwa sebenarnya ia adalah Malaikat Jibril.

5. Ibu Lia kemudian disuruh beribadah umrah oleh “Jibril” untuk mendapat kesaksian (pembuktian) bahwa ia adalah Jibril. Sepanjang perjalanan umrah ia melihat peristiwa-peristiwa yang memberikan keyakinan kepadanya bahwa pendampingnya itu benar-benar Jibril.

6. Ibu Lia juga menjelaskan bahwa ia dapat berkomunikasi dengan Jibrilnya jika ia memerlukan dan Jibril tidak bisa datang semaunya. Tegasnya, kedatangan Jibril bergantung pada Ibu Lia, kecuali jika ada amanat yang harus disampaikan kepadanya.

>>> sumber : terkini.id/artikel asli

Iklan Bawah Artikel