Mulanya Jadi Mata-mata, Jenderal Ini Malah Hijrah, Kini Dikenal Sebagai Aktivis Jamaah Tabligh

 

Mediadakwah.online - (Tribun-medan.com) - Komjen Pol Purn Anton Bachrul Alam dikabarkan hijrah menjadi aktivis jamaah tabligh. Padahal ia dikenal sebagai perwira berpretasi dimiliki oleh Mabes Polri.

Nama Anton Bachrul Alam mendadak bersinar saat menjadi Kapolda Jawa Timur. Kala itu, ia mengimbau polisi wanita (polwan) mengenakan hijab. Selain itu, ia juga mewajibkan seluruh anggota kepolisian yang bertugas di Polda Jawa Timur untuk menunaikan salat berjamaah.

Tidak hanya itu, ia juga kerap muncul mengenakan balutan sorban meski mengenakan pakaian dinas kepolisian.

Anton Bachrul Alam diketahui sebagai salah satu tokoh di kepolisian yang getol memperjuangkan kaum muslimah di kepolisian bisa mengenakan hijab saat bertugas. Seperti yang saat ini sudah umum kita jumpai di lapangan.

Karier Anton di kepolisian terbilang sangat cemerlang. Jabatan terakhir sebelum pensiun adalah Irwasum Polri. Bintang tiga pun tersemat di seragamnya. Ya, Komjen Pol (Purn) Drs. H. Anton Bachrul Alam, SH dikenal sebagai salah satu perwira tinggi polisi yang kharismati

Anton Bachrul Alam lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 15 Agustus 1956.

Sebelumnya ia menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur pada 20 Februari 2009 hingga 30 Oktober 2009.

Sebelumnya Anton adalah Kapolda Kalimantan Selatan.

Di kalangan media, namanya sangat populer mengingat pernah menjabat Humas Polri.

Ia adalah salah seorang tokoh kepolisian yang giat menekankan tingkat keagamaan para anggotanya.

Salah satunya adalah himbauan memakai jilbab bagi para Polwan dan khataman Al Qur'an di Mapolda Jatim. Selepas pensiun, Komjen Anton Bachrul Alam kini aktif di jamaah tabligh.

Ia aktif khuruj, berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menyerukan kebaikan.

Di sejumlah kesempatan, jenderal bintang tiga ini menjelaskan awal mula bergabung ke Jamaah Tablig.

Semua berawal kecurigaannya dengan aktivitas jamaah tablig yang sering berpindah masjid.

Ia memutuskan meneliti sendiri karena sejumlah bawahannya yang diminta memata-matai aktivis Jamaah Tablig justeru tambah rajin beribadah.

Setelah tinggal tiga hari di salah satu masjid bersama aktivis Jamaah Tabligh, Anton Bahcrul Alam, terharu dengan perjuangan dakwah organisasi ini.

Hingga akhirnya ia pun memutuskan diri menjadi bagian dari jamaah tabligh yang konsisten berdakwah.

Riwayat Jabatan

1980-1981: Dan Sekta 506-01 Putussibau Polres Kapuas Hulu Polda Kalbar

1981-1983: Dan Sat Lantas Polres Kapuas Hulu Polda Kalbar

1983-1984: Kasi Pam Polres Singkawang Polda Kalbar

1984-1986: Kapolsek Pontianak Utara Polresta Pontianak Polda Kalbar

1986-1988: Spripim Polda Kalbar

1988-1989: Wakasat Serse Polwiltabes Bandung Polda Jabar

1989-1990: Kapolsekta Kiaracondong Polresta Bandung Tengah Polwiltabes Bandung Polda Jabar

1990-1991: Wakasat Lantas Polwiltabes Bandung Polda Jabar

1991-1992: Instruktur Pusdik Lantas Ditdik Polri

1992-1993: Kasat Lantas Polres Metro Jaksel Polda Metro Jaya

1993-1994: Kapolsek Metro Penjaringan Polres Metro Jakut Polda Metro Jaya

1994-1996: Kasubbag SIM Polda Metro Jaya

1996-1997: Kasat Idik Laka Ditlantas Polda Metro Jaya

1997: Kapolres Dili Polda Timtim

1997-1998: Kapolres Sukabumi Polda Jabar

1998-1999: Pabandya IV Set Deops Kapolri

1999-2000: Sesdit Lantas Polda Jatim

2000-2001: Wakapolwil Madiun Polda Jatim

2001-2002: Kabid Humas Polda Metro Jaya

2002-2003: Kapolwil Bogor Polda Jabar

2003-2004: Irwasda Polda Bali

2004: Wakapolda Riau

2004-2005: Kapolda Kepri (Struktur Persiapan)[3]

2005-2008: Wakadivhumas Polri

2008-2009: Kapolda Kalsel

2009: Kapolda Jatim

2009-2010: Sahlisosek Kapolri

2010: Sahlisospol Kapolri

2010-2011: Kadivhumas Polri

2011-2013: Assarpras Kapolri

2013-2014: Irwasum Polri.

>>>> lihat artikel asli

Iklan Bawah Artikel