Kisah Letda Resha Sigar, Awak KRI Nanggala-402 yang Ayahnya Gugur di Timtim

 

Mediadakwah.online - (detik.com) Jakarta - Salah satu korban KRI Nanggala-402, Letda Laut Resha Tri Utomo Sigar merupakan anak dari seorang perwira menengah (pamen) TNI AD, Letkol (Inf) Simson Godfried Sigar. Ayahnya juga gugur dalam misi mempertahankan kedaulatan Indonesia di Timur Timor (kini Timor Leste).

"Ya benar, almarhum anak dari Letkol Simson Sigar. (Letda Resha alumnus) Akademi Angkatan Laut 63, tahun 2018," ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispen AL), Laksamana Pertama Julius Widjojono saat dikonfirmasi detikcom, Senin (26/4/2021).

Julius juga membenarkan ayah Letda Resha gugur saat menumpangi helikopter. Dari informasi yang dihimpun kecelakaan helikopter itu terjadi pada 4 Juni 1998.

Letda Resha merupakan Kepala Divisi Mesin KRI Nanggala-402. Sementara sang ayah gugur saat menjabat sebagai Kepala Seksi Operasi Korem 164/Wira Dharma Dili.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melaporkan hasil pencarian KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali. Hadi menyampaikan bahwa seluruh awak KRI Nanggala-402 dinyatakan telah gugur.

"Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala-402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur," ujar Hadi dalam konferensi pers di Bali, Minggu (25/4).

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono menyebut KRI Nanggala-402 dinyatakan terbelah menjadi 3. Yudo mulanya menyampaikan pencarian KRI Nanggala-402 dilakukan oleh KRI Rigel dengan menggunakan multibeam echosounder untuk mendeteksi citra bawah air.

Pendeteksian itu juga dibantu oleh MV Swift Rescue dari Singapura. MV Swift Rescue mengeluarkan ROV untuk menindaklanjuti kontak bawah air.

"ROV Singapura mendapatkan kontak visual pada posisi 07 derajat 48 menit 56 detik selatan dan 114 derajat 51 menit 20 detik timur yaitu yang tepatnya dari datum 1 tadi tempat tenggelamnya KRI Nanggala berjarak kurang lebih 1.500 yard di selatan pada kedalaman 838 meter. Jadi di sana KRI Nanggala terbelah menjadi 3 bagian" ujar Yudo dalam kesempatan yang sama.

Untuk membalas jasa para patriot Nanggala-402, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan negara akan menjamin pendidikan anak-anak prajurit awak kapal KRI Nanggala-402. Anak-anak pasukan Hiu Kencana itu akan dibiayai sekolahnya hingga jenjang S1 oleh negara.

"Pemerintah juga akan menjamin pendidikan putra putri dari keluarga prajurit KRI Nanggala-402 hingga jenjang pendidikan S1," kata Jokowi dalam konferensi pers virtual yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, hari ini.

Selain itu awak kapal KRI Nanggala-402 yang gugur akan diberikan penghargaan kenaikan pangkat atas pengorbanan prajurit. Jokowi menyebut awak kapal KRI Nanggala-402 sebagai putra terbaik bangsa, patriot terbaik penjaga kedaulatan negara.

>>>> Lihat artikel asli

Iklan Bawah Artikel