Kisah Ayah dan Anak Balita Bersepeda Motor Jambi-Arab Saudi: Tempuh 8 Bulan hingga Lewati Daerah Rawan Konflik

 

Mediadakwah.online - (Kompas.com) - Warga Kabupaten Merangin, Jambi Lilik Gunawan dan putra bungsunya yang masih balita, Balda (4) kini bernapas lega. Setelah delapan bulan bersepeda motor dari Jambi menuju Arab Saudi, Lilik dikabarkan telah tiba di tanah suci.

Melalui akun instagram @jejakpalmarjambi, enam hari yang lalu Lilik menuliskan kebahagiaannya menginjakkan kaki di Arab Saudi. 'Labaik Allohuma Labaik'. Jika Engkau telah memanggil maka tak ada yang bisa menahan. Alhamdulillah Ya Rabb.

Bahagianya Balda saat kemaren pertama kali melihat kata MAKKAH di Direction Board saat memasuki Saudi Arabia. Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel membenarkan kedatangan Lilik. "Lilik ingin pergi ke Madinah al-Munawwarah, untuk melepas kerinduannya kepada Nabi Muhammad SAW," katanya, seperti dilansir Tribunnews.com, Selasa (31/12/2019).

Setiba di Arab Saudi, Lilik dan Balda disambut oleh KBRI Riyadh serta WNI yang ada di sana dalam acara 'International Migrant Day'.

Fisik kuat Balda

Dalam perjalanannya bersepeda motor ke tanah suci, Lilik ditemani Balda yang masih berusia empat tahun. Lilik memiliki tiga orang anak. Balda adalah anak bungsu Lilik.

Melansir Tribun Jambi, Balda di mata Lilik adalah penyemangat. Lilik juga menyebut, Balda memiliki kondisi fisik yang kuat dibandingkan kakak-kakaknya, Pada saat berusia dua tahun, Balda telah menginjakkan kaki di Puncak Gunung Agung Bali.

"Balda memiliki fisik yang lebih kuat dibanding kakak-kakaknya, Diza dan Difa," ujarnya. Baca juga: Pemerintah Ajukan Surat Penambahan Kuota Haji ke Arab Saudi

Perjalanan darat

Dari Jambi, Lilik melakukan perjalanan melalui jalur darat bersama Balda menuju Arab Saudi. Ia diketahui berangkat dari Jambi sejak 8 Mei 2019 lalu.

Lilik menempuh perjalanan dari Jambi-Jakarta-Semarang- Surabaya kemudian ke Banjarmasin. Kemudian Lilik meneruskan perjalanan ke Malaysia melalui Serawak, Kuala lumpur, Thailand melalui Patani, Yala, Narathiwat langsung ke Bangkok, Myanmar kemudian ke India.

Melansir situs resmi kemlu.go.id, Lilik diketahui tiba di India pada 13 Agustus 2019 melalui jalur Moreh dan tiba di New Delhi pada 17 Agustus 2019. Ia dan Balda memasuki Pakistan melalui Attari dan Wagah. Kemudian dilanjutkan ke Lahore dan Islamabad.

Melansir Tribunnews.com, mereka sempat melewati kawasan zona berbahaya (danger zone) di Quita dan Balochistan. Kawasan itu dikenal rawan teroris. Lalu bersama putra bungsunya, Lilik masuk ke wilayah Iran dan Uni Emirat Arab melalui pelabuhan Abbas.

Saat memasuki Arab Saudi, Lilik dan Balda sempat tertahan karena harus melewati proses imigrasi untuk sepeda motornya selama kurang lebih 7 jam.

Kumpulkan pesan mengenai sosok ibu

Lilik diketahui pergi menempuh jalur darat dari Jambi ke Mekkah juga demi mendapatkan undangan haji untuk ibunya.

Lilik memiliki misi untuk menemui beberapa tokoh yang bisa membantu dia dan Balda mendapatkan undangan ibadah haji atau haji furoda untuk sang ibunda.

Beberapa tokoh yang bisa memberikan undangan haji furoda, yakni salah satu ulama di Banjarmasin, Sultan Brunei, dan Raja Salman. "Awalnya saya berencana minta penguatan pada mereka agar bisa memudahkan mendapat haji furoda ke Raja Salman tapi saya dan Balda sudah sampai Banjarmasin tapi gagal bertemu dengan tokoh tersebut, karena beliau sedang di luar kota.

Saya juga sudah sampai di Brunei namun juga gagal bertemu Sultan Brunei karena padatnya acara beliau menjelang hari jadi Sultan ke-73. Sekarang tinggal raja Salman," tuturnya saat itu.

Melansir situs resmi kemlu.go.id, Lilik juga mengumpulkan seribu pesan tentang arti dan makna seorang ibu pada siapa yang ia temui di perjalanan. Kisah perjalanan menuju tanah suci itu akan ia tuangkan dalam sebuah buku.

>>>> Lihat artikel asli

Iklan Bawah Artikel