Dilarang Keluarga Masuk Islam, Mualaf Mantan Model: Aku Percaya Allah

 

Mediadakwah.online - (Terkini.id), Jakarta - Mantan model majalah, Isya Jeeperson menceritakan reaksi keluarganya saat dirinya memutuskan pindah dari agama Kristen ke Islam dan menjadi mualaf.

Mantan model berparas cantik ini juga mengungkapkan alasannya memutuskam menjadi mualaf dan memeluk Islam.

Isya Jeeperson mengaku memeluk Islam sejak September 2010 lalu lantaran dirinya merasa tertarik dengan dunia Muslim.

"Ini bisa dibilang hidayah. Aku sangat tertarik dengan bahasa Arab dan semua yang diajarkan dalam agama Islam," kata Isya Jeeperson, Kamis 22 April 2021 seperti dikutip dari Dream.co.id.

Akan tetapi, tak muda bagi wanita kelahiran Medan ini memutuskan menjadi mualaf. Pasalnya, kata Isya, keluarga terutama ibunya melarang ia pindah agama.

Bahkan, menurut Isya, ibunya mengatakan akan mati apabila Isya memeluk agama Islam.

"Soalnya mama aku bilang kalau aku masuk Islam lebih baik mama mati. Aku takut nantinya mama marah, jadi stroke," ungkapnya.

Kendati demikian, wanita cantik berusia 29 tahun ini tetap melawan rasa kekhawatirannya dengan rasa yakin dan hati yang mantap untuk menjelaskan keputusannya di depan keluarga besarnya.

"Mama nangis, diam dan masuk kamar. Tidak sedikit juga keluarga yang berontak supaya aku pindah agama lagi. Tapi walaupun menerima caci-maki aku tetap kuat karena hatiku sudah yakin dan nyaman memeluk Islam," tuturnya.

Namun, seiring berjalannya waktu keluarganya pun akhirnya menerima keputusan Isya menjadi mualaf.

Ia pun mengungkapkan bahwa hal itu merupakan bantuan Allah lantaran kegigihannya untuk memeluk agama Islam.

"Aku percaya kalau Allah akan kasih jalan. Aku semakin yakin dan terus belajar banyak tanya dengan sesama muslim dan guru spiritualku. Nyari-nyari pengetahuan tentang Islam itu lebih detail lagi. Alhamdulillah sekarang mereka mendukung sekali karena lihat aku serius," ujar Isya Jeeperson.

Kini, mantan model majalah Aneka Yess tersebut semakin mantap menjalani kehidupan sebagai mualaf. Ia pun yakin Allah akan selalu bersamanya.

"Mama cuma pesan harus serius dan yakin dengan keputusan yang diambil jangan sampai agama jadi permainan. Aku makin yakin menjadi mualaf. Bismillah Allah selalu bersamaku," ujarnya.

>>>> Lihat artikel asli

Iklan Bawah Artikel