Cerita Warga Pilih Selesaikan Salat saat Malang Diguncang Gempa Magnitudo 6,7

 

Mediadakwah.online - (Merdeka.com) - Gempa bumi magnitudo 6.7 menguncang Malang dan sekitarnya. Gempa membuat masyarakat panik hingga berlarian keluar rumah. Gempa dirasakan beberapa saat disertai teriakan warga yang merasakan getaran cukup kencang.

Laoh Mahfud (27) mengaku merasakan gempa kencang saat tengah menjalankan salat duhur rakaat kedua. Awalnya terasa pelan dan masih ragu kalau terjadi gempa. Mahfud pun tetap berusaha menyelesaikan salatnya.

"Saya teruskan salat, tapi saya yakin gempanya akan berhenti. Tapi para tetangga sudah teriak-teriak," kata Mahfurd yang tinggal di Kelurahan Karangbesuki, Kota Malang.

Mahfud mengaku merasakan gempanya sekitar 20 detik dan tetap menyelesaikan salatnya. Begitu salam langsung ikut keluar rumah.

"Agak nggak khusu juga sih," katanya.

Pengunjung Matos berhamburan

Sementara Wahyu, salah satu karyawan di Malang Town Square (Matos) ikut berlari keluar mall. Para pengunjung berlarian berusaha keluar mal setelah merasakan guncangan, kendati tidak melihat kerusakan.

"Pengunjungnya keluar semua. Tapi tidak ada kerusakan. Barang-barang di mall tidak apa-apa. Yo pokoknya ditinggal semua, tapi gak ada kerusakan," katanga.

Wahyu sendiri mengaku sedang melayani pelanggaannya, tetapi mendadak terasa guncangan. Tidak mau terjadi apa-apa, langsung menyelamatkan diri dan meninggalkan dagangan.

Pengunjung dan karyawan mall masih terlihat berkumpul di depan mall. Mereka terlihat panik sambil beberapa sedang menelepon anggota keluarganya.

sumber : merdeka.com

Iklan Bawah Artikel