Apa Itu Istidraj Waspadai.!! , Selalu Diberi Kenikmatan Meski Tak Pernah Ibadah

 

Mediadakwah.online - (okezone.com) - Istidraj hal yang perlu diketahui. Istidraj jika dicontohkan yakni  seseorang yang tenang-tenang saja hidupnya. Karier meroket, rezeki mengalir terus, bawahan kerap memberi hormat. Namun sayangnya tidak pernah sholat, tidak memakai hijab, tidak beramal saleh bahkan jauh dari nilai-nilai keagamaan, maka inilah Istidraj.

Berdasarkan riwayat dari Uqbah bin Amir Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Bila kamu melihat Allah memberi kepada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj dari Allah." (HR Ahmad 4: 145. Syekh Syuaib al Arnauth mengatakan hadis ini hasan dilihat dari jalur lain).

Dapat disebut juga istidraj yaitu jebakan berupa kenikmatan yang disegerakan.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Surah Al An’am (6) Ayat 44 yang artinya:

"Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa."

"Lihat ketika mereka melupakan peringatan yang diperingatkan kepadanya. Allah bukakan pintu kesenangan selebar-lebarnya. Tapi ingat, ini tanda buruk dan ada sesuatu yang Allah inginkan dari mereka, yaitu Allah akan azab mereka sekonyong-konyongnya dan mereka terdiam berputus asa. Jika kita melihat suatu negeri yang banyak maksiatnya dan kesenangannya luar biasa, itu tandanya Allah akan berikan azab sekonyong-konyongnya. Dan itu bukan tanda kasih sayang Allah," jelas Ustadz Abu Yahya Badrussalam dalam ceramahnya, dikutip dari Channel Youtube Yufid TV, Selasa (20/04/2021).

Jika diperhatikan dengan saksama, saat ini ada beberapa negeri dan manusia yang hidupnya terlihat aman, tenteram, bergelimangan harta, serta dapat dikatakan maju padahal tidak beriman dan begitu banyak kemaksiatan yang ada lalu tidak dicegah dengan alasan dapat melanggar hak asasi manusia.

Namun ketika Allah Subhanahu wa ta'ala turunkan musibah berupa bencana alam, tempat mereka mendapatkan akibat yang sangat parah, bahkan belum pernah terjadi sebelumnya di tempat lain.

Ada perbedaan sikap yang terjadi ketika musibah datang, umat Islam yang bertakwa akan menganggap hal tersebut adalah ujian baginya, sedangkan yang tidak beriman akan beranggapan ini hanyalah bencana alam belaka dan tak ada kaitannya dengan Tuhan.

>>>> Lihat artikel asli

Iklan Bawah Artikel