Si Kembar Nakula Sadewa, Penyandang Tunanetra yang Jadi Hafiz Cilik

 


Mediadakwah.online - (kumparan.com) - Memiliki kekurangan tak lantas menjadi hambatan untuk bisa berprestasi. Itulah yang berhasil ditunjukkan bocah kembar

Mohammad Akbar Nakula dan Mohammad Akbar Sadewa. Si kembar berusia tujuh tahun ini merupakan anak hafiz Qur’an penyandang disabilitas.

Kemampuan hafalan Al-Qur'an si kembar Nakula Sadewa mampu membuat kagum Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Bahkan Wali Kota Risma memberikan intervensi kepada keduanya berupa pengobatan dan pelayanan kesehatan secara gratis.

"Minggu lalu anak-anak ketemu Ibu Risma dan beliau ngasih saya nomor telepon dokter mata. Dokternya sudah saya hubungi dan kemarin juga sudah ketemu," ujar Anita Taurisyah Hariati, ibunda Nakula Sadewa, kepada Basra.

Selain pengobatan, Wali Kota Risma juga  akan segera memberikan komputer serta printer khusus tuna netra agar dapat digunakan si kembar Nakula Sadewa untuk belajar.

“Kalau komputernya masih dipesankan karena kan di pasaran tidak ada, jadi harus pesan khusus," imbuh Anita.

Anita mengaku bersyukur atas apa yang dilakukan Wali Kota Risma kepada buah hatinya. Pasalnya, kata Anita, itu bisa meringankan bebannya sebagai orang tua tunggal bagi Nakula Sadewa.

"Suami saya sudah meninggal sejak si kembar berusia 6 tahun," tukas Anita.

Nakula Sadewa merupakan anak keempat dan kelima dari lima bersaudara. Kemampuan hafalan Al Qur'an dimiliki si kembar sejak berusia 2 tahun. Berbagai penghargaan pun berhasil diraih keduanya sebagai hafiz, salah satunya beasiswa hafiz dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Kini Nakula Sadewa telah menghafal 3 juz Al-Qur'an, masing-masing juz 30, 29, dan 1. Untuk belajar hafalan, keduanya menggunakan murottal Al-Qur'an dengan dibimbing sang ibu.

Selain jago dalam hafalan Al-Qur'an, Nakula Sadewa juga piawai bernyanyi. Sederet penghargaan di bidang tarik suara juga berhasil ditorehkan si kembar.

Diceritakan Anita, jika awalnya ia kurang sreg jika si kembar harus terjun ke bidang tarik suara. Anita ingin keduanya fokus sebagai hafiz. Namun saat keduanya mulai sekolah maka ketertarikan pada seni suara pun tak terelakkan.

"Umur 4,5 tahun mereka mulai sekolah. Mulai kenal lagu-lagu anak, mulai suka nyanyi. Kata gurunya, vokalnya juga bagus, ya sudah kalau mereka seneng ya saya akhirnya mendukung," papar Anita.

Undangan untuk tampil bernyanyi pun berdatangan pada si kembar. Anita sendiri mengaku jika tak pernah menyekolahkan secara khusus ke sekolah musik ataupun olah vokal.

"Tidak pernah saya ikutkan kursus menyanyi, mungkin sudah bakat dari lahir," tukas Anita.

Nakula Sadewa, kata Anita, lahir secara prematur. Mereka lahir di usia kehamilan Anita baru menginjak 6 bulan.

"Karena lahir prematur itu ada gangguan pada penglihatan mereka. Bahkan gangguan pada mata sudah ada sejak mereka berusia 7 hari," kata perempuan yang kesehariannya berprofesi sebagai make up artis ini.

>>>> lihat artikel asli

Iklan Bawah Artikel