Nia Ramadhani Idap Iron Deficiency Anemia, Ini Nasihat Sejuk Ustaz Ainul Yaqin

 


Mediadakwah.online - (Okezone.com) - Nia Ramadhani saat ini mengalami sakit. Hasil checkup di Amerika Serikat terungkap Nia mengidap 'Iron Deficiency Anemia' atau kekurangan zat besi dalam tubuh.

Theresa Wienathan, Asisten Nia Ramadhani, menjelaskan bahwa penyakit tersebut yang membuat ibu tiga orang anak itu berpikirnya lambat atau lemot.

Tidak hanya itu, penyakit serius Nia pun membuat penglihatannya berkurang.Karena penyakit tersebut, Nia Ramadhani sampai harus menjalani terapi penyuntikan iron atau zat besi.

Bagi Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustaz Ainul Yaqin, sakit tidak selalu berkonotasi negatif merugikan bagi seorang Muslim. Sebab sakit juga bagian dari nikmat Allah Ta'ala memahami kenikmatan hidup atas segala yang telah dianugerahkan pada dirinya.

Karenanya orang akan paham betul bahwa dengan sakitnya dia tahu bahaimana berharganya sebuah pemberian Allah yang sangat besar nilainya, bahkan sering kali terlupakan bahwa kita sedang menikmati fasilitas Allah akan badan dan jasad secara utuh.

Dalam pesannya yang dikirim pada Senin (1/3/2021) Ustaz Ainul Yaqin menyebutkan, akit bagi seorang muslim sejati adalah alarm cinta dari dzat yang maha pemberi karunia, yakni Allah bahwa manusia harus mengingat Allah.

"Mengingat apa yang ada dalam diri kita ada yang punya, ada yang berwenang untuk mengurangi nikmat atas fasilitas badan, jasmani, dan rohani kita, karenanya sakit adalah media paling mudah Allah mengingatkan hambanya yang mungkin alpa atau lupa,"bebernya.

Bagi Muslim sejati, sakit juga menjadi sarana yang sangat efektif untuk menggugurkan dosa dan kesalahan.

"Teguran yang mungkin dimaksud adalah sebuah teguran kasih sayang dari Allah Ta'ala. Allah ingin hambanya ini ingat dan selalu dekat denganNya, gak boleh jauh, sebab Allah sayang dia, Allah ingin hamba ini balik kanan lagi untuk merapat kembali," kata dia.

Jadi sakit yang demikian sebagai bentuk kasih sayang Allah Ta’ala

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ وَلاَ نَصَبٍ وَلاَ سَقَمٍ وَلاَ حَزَنٍ حَتَّى الْهَمِّ يُهَمُّسهُ إِلار

Artinya:

“ Tidaklah Seorang mukmin tertimpa Suatu Musibah Berupa rasa sakit (Yang tidak kunjung Sembuh), rasa capek, rasa sakit, rasa sedih, Dan kekhawatiran Yang menerpa melainkan dosa-dosanya akan diampuni ” (HR. Muslim no. 2573).

Terkadang bagi orang sakit merasa dirinya banyak dosa dan Allah marah kepadanya. Kalau itu muncul dalam dirinya terus menjadikan dia bertobat ataupun semakin dekat dengan Allah, berarti ini karunia.

Namun bila ini muncul dari persepsi seseorang terhadap seseorang lain, yang tertimpa musibah atau sakit, sebaiknya jangan dibiasakan suudzon pada Allah ataupun orang yang tertimpa sakit, khusnudzon saja, bahwa dia sedang disayang Allah SWT.

Seseorang sakit justru sebenarnya sebagai penghapus dosa dan meningkatkan derajatnya.

"Sakit juga merupakan jembatan untuk menuju kemuliaan asal yang sakit ikhlas. lantas caranya bisa ikhlas? Ya orang yang sakit harus berprasangka baik kepada Allah, bersyukur, introspeksi diri serta taqoroban illallah," katanya.

Sakit juga sebagai bentuk kasih sayang Allah Ta’ala. Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa dikehendaki oleh Allah kebaikan untuknya, maka ia akan diuji dengan suatu musibah.” (HR al-Bukhari).

"Musibahnya Nia, ya mungkin dikurangi nikmatnya oleh Allah seperti sakitnya pada saat ini, tapi Nia harus yakin juga bahwa Allah juga sedang menambah nikmat lain, diantaranya nikmat diampuni dosanya, dan diberikan rasa iman dan takwa, semoga," tuturnya

Dia juga mengingatkan bahwa hidup ini bukan milik makhluk, namun kehidupan milik Allah. Jadi apapun kondisinya, apapun masalahnya kita berpikir positif, Allah akan berikan solusi dan jalan keluarnya yang indah biasakan berfikir positif dalam Islam.

"Doakan saudara kita yang sedang kena musibah, sakit, biasakan positif thinking agar kita selalu mendapatkan fadhilah dari Allah SWT,""ucapnya.

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ، إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: وَلَكَ بِمِثْلٍ

Artinya, “Tidak ada seorang hamba Muslim yang berkenan mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan kecuali malaikat mendoakan orang yang berdoa tersebut dengan kalimat ‘Kamu juga mendapat sama persis sebagaimana doa yang kamu ucapkan itu,” (HR Muslim: 4094).

Dia mengingatkan sekali lagi jangan selalu dikonotasikan bahwa teguran adalah karena Allah marah atas kesalahan atau dosa seorang hamba, malah sebaliknya, sakit teguran adalah bagian sifat sayang Allah.

sumber : okezone.com/artikel asli

Iklan Bawah Artikel