Masya Allah, Mimpi Mengucapkan Syahadat Membawa Baruska Putuskan Masuk Islam

 

Mediadakwah.online - (Sahijab) – Banyak sekali kisah mualaf yang mendapatkan hidayah dari hal-hal yang tidak terduga, dan itu menjadikan banyak inspirasi. Dan bahkan tidak sedikit yang membuat tercengang, karena dari hal-hal dianggap sepele mereka akhirnya menjadi seorang muslim.

Salah satunya wanita ini, yang mendapatkan dirinya sedang bermimpi yang akhirnya membawanya menjadi seorang mualaf? Inilah yang terjadi pada seorang wanita bernama Baruska dari Ukraina, di mana awalnya dia bermimpi membaca syahadat.

Kisah Baruska Menjadi Mualaf

Baruska lahir dalam keluarga Kristen dan dia terbiasa pergi ke gereja setiap hari Minggu. Ketika dia lulus dari sekolah menengah, dia mulai belajar menyanyi di konservatori selama enam tahun. Setelah dia lulus dia bekerja sebagai guru musik di sekolah tersebut.

Setelah beberapa lama dia pindah ke luar negeri dan bekerja sebagai relawan, memutuskan bekerja sebagai perawat di panti jompo.

Pengalaman pertamanya 'bersentuhan' dengan Islam adalah pada tanggal 11 September 2001. Dia tidak memiliki informasi apapun tentang agama Islam, tetapi dia terus melihat berita di televisi itu lagi yang diulang terus menerus.

Ketika dia berusia 17 tahun, dia pergi ke Maroko untuk berlibur bersama keluarganya. Ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan orang-orang yang beragama Islam, padahal dia tidak pernah tertarik pada Islam.

Namun pada saat ini dia tidak percaya pada agama Kristen tetapi dia percaya pada Tuhan ketika berumur 24 tahun, hatinya mulai goyah. Kemudian ia bertemu dengan lebih banyak Muslim dan mereka memiliki sering membicarakan tentang Islam dan Kristen.

Setelah percakapan ini dia pikir dia harus membaca Alquran dan belajar lebih banyak tentang Islam. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat dan membawanya menjadi seorang mualaf.

Namun Baruska menceritakan masa kecilnya, tepat pada saat ia berumur 11 tahun. Di mana ia pernah bermimpi di kelilingi orang-orang yang bercahaya. Ia bahkan tidak bisa mengenali mereka, saking cahaya memenuhi wajahnya.

Saat ia ditanya dalam mimpinya oleh orang tersebut, apakah mau bersama mereka, Baruska kemudian mengiyakannya. Tetapi syaratnya satu, yaitu membaca kalimat tauhid. Setelah bermimpi dan sampai ia dewasa tidak mengetahui arti mimpi tersebut.

>>>>> lihat artikel asli

Iklan Bawah Artikel