Kisah Inspiratif : Kenyang Dihujat & Hina Tak Bakal Bisa Masuk Tentara, Anggi Piliang Kini Lulus TNI AD

 

Mediadakwah.onlie - (Merdeka.com) - Butuh jalan panjang menuju kesuksesan dan impian di dalam hidup. Usaha dan doa yang tak terputus menjadi salah satu amunisi.

Kisah seorang prajurit bernama Anggi Piliang menjadi buktinya. Pria yang satu ini berjuang hingga empat kali untuk mengikuti seleksi TNI dan selalu gagal.

Tak menyerah meski mendapatkan cercaan pedas dari banyak orang, Anggi justru bangkit. Akhirnya, perjuangan panjangnya tak sia-sia, ia berhasil lolos seleksi dan berhak mengikuti pendidikan militer.

Seperti apa kelanjutannya? Berikut ulasannya.

Pernah Daftar Empat Kali

Bukan suatu hal yang mudah untuk menjadi abdi negara. Anggi sudah membuktikannya, seleksi hingga empat kali ia lakoni demi menebus impian menjadi seorang tentara. Lulus dari bangku sekolah menengah, ia memutuskan untuk memulai perjuangannya.

"Saya pernah daftar empat kali dan keempatnya lulus, nah saya tamat tahun 2015. Itu saya bukan langsung daftar, saya itu daftarnya bulan Agustus ya, jadi pembukaan itu pada bulan Agustus. Sebelum itu, saya sudah mempersiapkan semuanya, administrasi, fisik, dan belajar itu sudah saya persiapkan semuanya," ucapnya dalam kanal YouTube Anggi piliang.

Belajar dan Gagal

Pada seleksi pertama, ia langsung dihadapkan pada kegagalan. Tak ambil pusing, ia lantas tetap bangkit dan memperbaiki kesalahan untuk mendaftar di tahun berikutnya.

"Nah, pas saya tes pertama itu saya gagal. Nah setelah saya gagal, saya terus berpikir kenapa saya gagal ya. Terus saya berpikir, saya masih bisa mendaftar dua tahun lagi. Saya itu tidak ambil stres dan pusing lah begitu," ujarnya.

Di tahun berikutnya, ia tetap mendapatkan kegagalan. Sempat terpuruk, Anggi lantas tak menyerah. Ia tetap mempersiapkan semuanya. Kala itu, ia menyebut postur tubuh menjadi salah satu alasannya gagal.

"Yang gagal itu cuma saya doang. Semuanya itu lanjut ke tahap selanjutnya. Jadi saya pulang, itu saya naik travel ya. Kesalahan saya kemarin saya perbaiki, saya mulai lari, dan saya mulai belajar juga. Nah terus saya daftar bintara lagi, semuanya sudah saya perbaiki tahun 2016 dan itu ternyata masih gagal. Itu karena postur, disangka tangan saya patah," tambahnya.

Dihina dan Diejek

Percobaan selanjutnya tetap mendapatkan kepahitan. Ia lantas mendapatkan banyak hinaan dari banyak orang. Ia disebut tak bakalan bisa menjadi seorang tentara hingga disumpahi dengan beragam kata-kata buruk

"Dan saya di situ sudah mulai kayak stres ya. Pokoknya keluarga saya telepon itu enggak saya angkat, saya biarkan saja. Nah, begitu saya balik, wah saya balik itu sudah dengar omongan semuanya 'Anggi itu enggak akan lulus tentara dia itu. Kalau sempat masuk tentara, potong telinga saya' Saya dengar itu. Banyak yang mengejek saya," ceritanya.

Bahkan, salah satu gurunya sempat merendahkan Anggi. Ia diramal tak akan menjadi sosok pria yang sukses dan mampu meraih cita-citanya.

"Waktu saya masih SD, ada satu guru yang ngomong sama saya 'dia ini enggak akan bisa menjadi orang yang sukses, dia bilang gitu ke saya. Kenapa? Saya pernah tinggal kelas dulu, jadi SD itu saya pernah tinggal kelas, bandel juga ya," ungkapnya.

Niat Tulus Mengabdi Pada Negeri

Ucapan banyak orang sempat membuatnya jatuh. Namun, ia justru introspeksi diri. Pada tahun 2017, ia memutuskan untuk mengikuti seleksi kembali. Kala itu, ia niat untuk menjadikan seleksi tersebut sebagai percobaan terakhirnya.

Tak banyak, ia hanya mengharap mukjizat Tuhan. Anggi berdoa untuk dipermudahkan jalannya mengabdi kepada Ibu Pertiwi.

"Saya tidak tahu, saya cuma berharap mukjizat ini saja satu. Saya percaya akan mukjizat-Mu, kalau seandainya ini rezeki saya, Engkau permudahkanlah jalan saya untuk menjadi seorang tentara. Saya tidak minta gajinya, saya pengen menjadi seorang tentara yang mengabdi kepada negara.," ceritanya.

Lulus Seleksi Masuk Pendidikan Tentara

Perjuangannya membuahkan hasil. Tak percaya, ia dinyatakan lolos kala itu. Anggi seketika sujud syukur saat mengetahui dirinya berhasil lolos seleksi dan bakal masuk pendidikan militer untuk menjadi seorang prajurit TNI AD.

"Itu ada teman seperjuangan saya bilang ya 'Kawan, kita lulus' Wah, saya masih enggak yakin. Disampaikan lagi sama pembimbingnya bahwasanya mengikuti pendidikan pada tahap berikutnya. Wah, saya semangat sekali tapi saya enggak bisa mengabari keluarga[...] Di dalam itu, saya sujud syukur. Terima kasih pada semuanya. Dari semua itu, saya mikir ini hinaan orang. Dari hinaan orang itu, saya bisa menjadi seorang tentara," paparnya.

 >>>>>> lihat artikel asli

Iklan Bawah Artikel