Kisah Inspirasi : Jatuh Bangun Pendiri Tehbotol Sosro, Jualan di Pasar hingga Punya 14 Pabrik

 

Mediadakwah.online - Melansir detik.com - Siapa yang tak pernah minum Tehbotol Sosro atau setidaknya mendengar slogan 'Apapun Makananya, Minumnya Tehbotol Sosro'? Kebanyakan masyarakat Indonesia pasti kenal dengan merek minuman satu ini. Merek minuman teh dalam kemasan itu diproduksi oleh PT Sinar Sosro.

Dikutip dari situs resmi Sinar Sosro, Rabu (10/3/2021), perusahaan ini dibangun oleh keluarga Sosrodjojo di kota Slawi, Jawa Tengah pada tahun 1940. Saat itu, produksi pertama keluarga Sosrodjojo adalah teh seduh dengan merek Teh Cap Botol.

Nah, perjalanan membuat minuman teh seduh tersebut jadi seterkenal sekarang ternyata bukanlah mudah. Keluarga Sosrodjojo mengalami jatuh bangun dalam membangun perusahaan mereka itu hingga menjadikan minuman teh dalam kemasan itu jadi sepopuler sekarang.

Perjalanan jatuh bangun usaha mereka dimulai dari tahun 1960. Saat itu, Soegiharto Sosrodjojo dan saudara-saudaranya hijrah ke Jakarta untuk mengembangkan usaha tersebut dan membuat teh seduh itu dikenal di Jakarta. Berbagai upaya pun ditempuh agar membuat teh itu dikenal masyarakat.

Keluarga Sosrodjojo saat itu bahkan tak enggan mendatangi pusat-pusat keramaian termasuk pasar-pasar tradisional untuk menjajakan teh seduh mereka. Mereka memasak dan menyeduh teh langsung di tempat. Namun, sayangnya strategi ini kurang berhasil.

Keluarga Sosrodjojo lalu merubah strategi pemasaran mereka. Teh itu tak lagi dimasak dan diseduh di depan umum, melainkan dimasukkan ke dalam panci-panci besar, untuk selanjutnya dibawa ke pasar dengan menggunakan mobil bak terbuka. Namun, tetap saja cara itu tidak efektif, malah bikin rugi, karena sebagian besar teh yang dibawa tumpah dalam perjalanan.

Akhirnya, secara tak sengaja, keluarga Sosrodjojo terpikir untuk membawa teh yang telah diseduh di kantor dengan cara dimasukkan ke dalam botol bekas kecap atau limun yang sudah dibersihkan.

Barulah, pada tahun 1969, gagasan itu dirapikan, muncul gagasan untuk menjual teh siap minum dalam kemasan botol dengan nama Tehbotol Sosro. Nama itu diambil dari merek teh seduh mereka yang pertama Teh Cap Botol digabung dengan nama keluarga Sosrodjojo.

Tak hanya nama yang berubah, desain dari merek teh seduh mereka pun berkali-kali mengalami perubahan. Desain versi pertama muncul tahun 1969, lalu di tahun 1972 berubah lagi, dan di tahun 1974 menjadi versi ketiga yang bertahan sampai sekarang.

Perjuangan itu tidak sia-sia, sampai saat ini PT Sinar Sosro sudah mempunyai 14 pabrik yang tersebar di seluruh Indonesia yakni, di Medan, Palembang, Pandeglang, Jakarta, Tambun, Cibitung, Ungaran, Gresik, Mojokerto, dan Gianyar. Serta pabrik yang khusus memproduksi air mineral Prim-A yaitu di Sentul, Sukabumi, Purbalingga, dan Pandaan.

Dalam pengembangan bisnisnya, PT Sinar Sosro telah mendistribusikan produknya ke seluruh Nusantara, melalui kantor cabang penjualan yang tersebar di seluruh Nusantara.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selain di dalam negeri, PT Sinar Sosro juga merambah pasar internasional dengan mengekspor produk-produk one way packaging/non botol beling ke beberapa negara di Asia, Amerika, Eropa, Afrika, Australia, dan Kepulauan Pasifik.

Saat ini, produk-produk yang diproduksi oleh PT Sinar Sosro bukan Tehbotol Sosro saja, ada juga Fruit Tea Sosro, S-Tee, Tebs, Country Choice dan Air Mineral Prim-A.

Seiring dengan perkembangan bisnis perusahaan, maka sejak tanggal 27 November 2004, PT Sinar Sosro bernaung di bawah perusahaan induk atau disebut dengan holding company yaitu PT Anggada Putra Rekso Mulia atau Grup Rekso.

Keberhasilan Sinar Sosro tentu membawa keuntungan bagi keluarga pendirinya. Soegiharto Sosrodjojo yang merupakan pewaris generasi kedua dari perusahaan tersebut masuk dalam jajaran orang terkaya ke-10 di Indonesia pada tahun 2009 menurut Forbes. Soegiharto tercatat memiliki kekayaan bersih US$ 1,2 miliar mengalahkan Low Tuck Kwong pendiri perusahaan batu bara PT Bayan Resources, Eddy William Katuari, dan Chairul Tanjung.

Selain Sinar Sosro, keluarga Sosrodjojo juga mengembangkan perusahaan-perusahaan lainnya yang berada di bawah bendera Rekso Group.

Rekso Group merupakan induk perusahaan dari beberapa perusahaan terkemuka di Indonesia seperti Sinar Sosro, Rekso Nasional Food, dan Gunung Slamat. Masing-masing perusahaan itu dijalankan oleh putra-putranya Soegiharto Sosrodjojo.

Dikutip dari Forbes, Rekso Group diketuai oleh putra tertua Soegiharto Sosrodjojo Peter Soekianto Sosrodjojo, Sinar Sosro dijalankan oleh Joseph Soewito Sosrodjojo, Rekso Nasional Food dijalankan oleh putra bungsunya yaitu Sukowati Sosrodjojo. Rekso Nasional Food diketahui merupakan perusahaan di balik kehadiran McDonald's di Indonesia.

>>>>>> baca artikel aslinya

Iklan Bawah Artikel