Kisah Freddy Budiman, Khatam Al qur'an Beberapa kali Jelang 3k53ku51

 


Mediadakwah.online - (Sahijab) – Freddy Budiman adalah sosok yang cukup menghebohkan Indonesia di tahun 2014 hingga 2016. Ia adalah salah satu bandar narkoba paling besar, selain di Indonesia jaringannya juga mendunia.

Pria kelahiran Surabaya 19 Juli 1976 itu, sellu bolak balik ke dalam jeruji besi sejak tahun 2009. Sebelum meninggal dunia karena telah divonis mati pada tanggal 29 Juli 2016.

Namun ada kisah menarik sebelum kematian menjemputnya, dan kisah tersebut diceritakan oleh Ustaz Fatih Karim, yang pernah memberikan pengajian di mana Freddy Budiman dipenjara.

Sosok Berbaju Koko dan Berjenggot Putih

Kisah ini diceritakan oleh Ustaz Fatih Karim, yang saat itu sedang mengadakan pengajian di mana Freddy Budiman mendekam. Saat pertama kali melihatnya, matanya tertuju pada satu sosok berbaju koko putih dengan janggut yang sudah beruban.

"Singkat cerita, saya mengisi pengajian di penjara itu. Ini isinya orang penjara semua, saya kan nggak kenal wajahnya. Begitu saya lihat di kanan ada orang pakai baju koko putih, pake kopiah putih, berjenggot, jenggotnya sudah mulai memutih dari tadi sampai akhir pengajian, nangis-senangisnya, pipinya basah dengan air mata," kata Ustaz Fatih dalam sebuah penggalan ceramah yang beredar di aplikasi WhatsApp.

Ia pun kemudian bertanya kepada penjaga, siapa sosok tersebut. Dan ternyata ia adalah Freddy Budiman, napi kelas kakap yang telah mengekspor narkoba ke banyak negara dengan jumlah yang sangat besar.

"Saya tanya, itu siapa? Saya tanya sama penjaga penjara, dia Freddy Budiman. Ingat? Almarhum, pengedar narkoba kelas kakap. Bukan Kakak lagi, paus. Kenapa? Yang diedarkannya bukan 1 kilo, 2 kilo, tapi berton-ton," lanjut CEO & Founder Cinta Quran ini.

Namun ketika ia ingin bertemu dengannya, dilarang oleh polisi. Karena pada hari tersebut surat eksekusi dirinya turun. Dan surat itu dibacakan di hadapan Freddy hanya 2 hari menjelang dilakukannya hukuman mati.

Ustaz yang dikenal sebagai sosok lugas dan tegas ini kemudian melanjutkan, apa permintaan Freddy sebelum kematian menjelangnya. Permintaan Freedy tersebut membuat sang ustaz kagum, karena permintaan salah satunya yaitu mengucapkan kalimat tauhid.

"Masya Allah, apa katanya, tolong izinkan saya pada saat sebelum ditembak mati mengucapkan kalimat La Ilaha Illallah Muhammadur Rasulullah. Permintaan kedua, tolong mata yang ditutup kain hitam, dibuka matanya, karena saya ingin melihat dosa-dosa saya," lanjut ustadz.

Namun permintaan membuka penutup mata tidak diizinkan.

Khatam Alquran 7 Kali dalam Satu Hari

Apa yang membuat kagum ustadz Fatih kepada almarhum Freddy adalah 2 hari menjelang eksekusi, di meng-khatam-kan Alquran sebanyak 7 kali hanya dalam waktu sehari saja.

"Antum tahu, dari mulai hari ini sampai 2 hari yang akan datang, beliau khatam Quran sehari 7 kali. Antum sehari berapa kali? Nggak khatam, emang matinya kapan? bisa jadi malam ini," lanjutnya.

Ustadz pun melanjutkan, jika ada satu kejadian yang membuatnya yakin jika almarhum Freddy Budiman meninggal dunia dalam kondisi Khusnul Khotimah. Hal tersebut terlihat ada keringat di dahinya sebesar bulir jagung, ketika ia diperlihatkan jenazah Freddy dalam keadaan senyum.

"Begitu difoto sama sipir penjara, teman saya tadi, "ustadz doakan" wajahnya mas Freddy. Saya tuh nangis, senyum mas. Di keningnya, ada keringat bulir-bulir jagung, seperti kata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, sebagai tanda-tanda orang Khusnul Khotimah," tutupnya.

Ini adalah salah satu pelajaran bagi kita untuk tetap terus meningkatkan keimanan. Apalagi kita tidak tahu, kapan, di mana dan sedang melakukan apa ketika kematian datang menjemput.

sumber : sahijab.com

Iklan Bawah Artikel