Ingat Ucapan UAS soal Catur Haram

 

Mediadakwah.online - (detik.com) - Ustaz Abdul Somad atau yang populer dengan sebutan UAS sempat bikin heboh. Dalam salah satu video ceramahnya, dia bilang catur haram.

Ramai-ramai soal catur, baru saja sejutaan orang melihat aksi Dewa Kipas Vs GM Irene Kharisma yang duel langsung di YouTube Channel Deddy Corbuzier. Pertandingan itu dimenangkan telak oleh GM Irene.

Melihat antusiasme netizen menonton, beberapa juga ingat dengan ceramah UAS yang diunggah oleh channel Youtube Teman Ngaji pada 26 Juli 2017. Dalam video 'Hukum Main Domino dan Catur, Ustaz Abdul Somad Lc. MA' itu, UAS merespons pertanyaan dari salah satu peserta yang hadir.

Dalam video tersebut UAS juga menyebut catur bukanlah olahraga.

"Taz, boleh nggak mau main domino? Nah dalam mazhab Hanafi mengharamkan dadu dan catur, itu menghabiskan waktu," ujar UAS.

"Masa olahraga, tapi bengong sampai tiga jam, aduh, mau persatuan catur nanti marah sama saya terserahlah," UAS menambahkan.

"Banyak yang dipikirkan itu pion-pion bisa selamat, kalau memang masalah ketangkasan banyak ketangkasan yang lain. Dadu dan catur sifatnya permainan," ujarnya.

Sambil berseloroh saat menjawab pertanyaan jamaah apakah dirinya pernah main domino, UAS menjabarkan pernah menyabet piagam pemain domino terbaik.

"Pernah, saya punya piagam pemain domino terbaik, ada saya simpan," ungkapnya disambut tawa oleh peserta yang hadir.

Komentar itu juga sempat ramai di tengah Indonesia menggodok atlet-atlet catur di pelatnas untuk menghadapi SEA Games 2019 Filipina.

Menteri Agama (Menag) kala itu, Fachrul Razi, ternyata ikut merespons pernyataan UAS.

"Itu nggak usah ditanggapilah yang gitu-gitu ya. Malu nanti kita, malu diketawain orang banyak," kata Fachrul di Kantor Kemenag, Jl Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).

"Orang semua bisa lihat referensi dari mana pun. Saya selalu bilang ya, sekarang nggak ada orang bisa mengklaim paling tahu, paling hebat," imbuh dia.

Fachrul menambahkan, setiap orang memiliki referensi yang mungkin berbeda-beda. Dia pun mencontohkan seorang dokter spesialis yang dituntut oleh pasien karena memberi resep obat tak sesuai harapan pasien.

"Karena dokter spesialis pun bisa dituntut pasien yang tidak tahu apa-apa. Dia bisa mengatakan, 'Dok, Anda salah ngasih obat ke saya, obat yang Anda kasih dampak negatifnya sangat banyak'. 'Loh saya dokter spesialis'. 'Lha saya baca dari ratusan dokter spesialis lain'," katanya.

>>>>> lihat artikel asli

 

Iklan Bawah Artikel