Bolehkah Muslim Melakukan Meditasi?

 

Mediadakwah.online - (Republika.co.id) - Untuk melatih pikiran agar tetap fokus dan tenang, beberapa orang bermeditasi. Namun, apakah meditasi diperbolehkan dalam Islam?

Untuk menjawabnya perlu mempertimbangkan Alquran dan sunnah Nabi. Beberapa ayat Alquran ditemukan ekspresi yang dekat dengan konsep meditasi.

Allah berfirman dalam surat al-Hasyr ayat 21:

لَوْ اَنْزَلْنَا هٰذَا الْقُرْاٰنَ عَلٰى جَبَلٍ لَّرَاَيْتَهٗ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللّٰهِ ۗوَتِلْكَ الْاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ

Lau anzalnā hāżal-qur`āna 'alā jabalil lara`aitahụ khāsyi'am mutaṣaddi'am min khasy-yatillāh, wa tilkal-amṡālu naḍribuhā lin-nāsi la'allahum yatafakkarụn.

“Sekiranya Kami turunkan Alquran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir.”

Meditasi dan Mengingat Allah

Setiap Muslim diwajibkan untuk sholat, zakat, puasa, dan haji. Sementara zikir, mengingat Tuhan secara meditatif berfungsi sebagai esensi spiritual batin.

Perlu diingat, Nabi Muhammad SAW pernah bermeditasi selama beberapa hari di Gua Hira ketika menerima wahyu pertama dari Allah.

Allah berfirman dalam surat ar-Ra’d ayat 28:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ

Allażīna āmanụ wa taṭma`innu qulụbuhum biżikrillāh, alā biżikrillāhi taṭma`innul-qulụb.

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Semua ini menunjukkan pada landasan spiritual dalam Islam. Setelah Nabi menerima wahyu pertamanya, dia keluar dari Gua Hira untuk melawan orang syirik dan kufur. Dia tidak pernah membayangkan Islam sebagai cara petapa spiritual, tapi sebagai jalan keseimbangan antara keseimbangan dunia batin dan luar.

Kedekatan dengan Allah

Dalam Islam, perkembangan spiritual identik dengan kedekatan dengan Tuhan. Sementara kedekatan itu hanya bisa dicapai melalui ketaatan.

Zikir dan kontemplasi adalah inti dari puasa selama Ramadhan. Jadi, meditasi dalam Islam adalah tafakkur, yakni refleksi atas keajaiban alam semesta yang mengarah pada penghargaan menyembah Allah.

Meditasi Islam yang tepat adalah sesuai dengan prinsip dan praktik ajaran Alquran dan sunnah Nabi. Meditasi adalah istilah yang banyak digunakan dan mencakup berbagai teknik dan praktik.

Oleh karena itu, “meditasi” tidak selalu merupakan konsep atau praktik yang sama seperti yang dipahami oleh beberapa penganut agama tertentu. Dilansir About Islam, meditasi yang dilakukan oleh kelompok agama atau budaya, seperti kelompok Art of Living berisi tindakan, posisi, atau nyanyian yang bertentangan dengan norma Islam.

Jenis meditasi atau praktik yoga semacam itu yang memiliki unsur politeistik tidak diperbolehkan bagi seorang Muslim. Meditasi yang didukung oleh syariah Islam adalah tafakkur (kontemplasi) dan dzikir (zikir) yang dapat diubah menjadi kontemplasi yang membawa penghiburan, ketenangan, dan ketenangan jiwa.

>>>>> lihat artikel asli

 

Iklan Bawah Artikel